Staf Khusus Menko Infrastruktur, Herzaki Putra Mahendra, kemudian membantah tudingan tersebut. “Menko AHY sudah meninggalkan lokasi sekitar 30 menit sebelum kejadian,” tegasnya.
Hersubeno menilai klarifikasi itu terlambat. “Keterlambatan respons justru memperburuk persepsi publik. Apalagi netizen cenderung lebih percaya pada narasi yang sudah terlanjur viral,” katanya.
Menurut Hersubeno, peristiwa ini menjadi pelajaran bagi pejabat publik agar lebih sensitif terhadap sentimen masyarakat.
“Kalau Sultan saja taat aturan, semestinya pejabat lain malu kalau bertingkah seolah jalan milik sendiri,” tandasnya. (*)





