“Saya dari kecil anak yatim, ditinggal bapak, tinggal bersama ibu. Ibu saya sakit, ya gangguan jiwalah, ODGJ gitu, tapi dia masih ingat saya,” jelasnya.
“[Ibu] ngomong sendiri di rumah. Saya enggak mau hidupnya terlantar, orang tua saya tetap orang tua saya. Barangkali [pekerjaan] ini berkah dari orang tua saya,” tandas Santo Suruh. (*)





