Viral

Viral Seorang Bayi Alami Hipotermia di Gunung Ungaran, Berikut Fakta Lengkapnya

×

Viral Seorang Bayi Alami Hipotermia di Gunung Ungaran, Berikut Fakta Lengkapnya

Sebarkan artikel ini
hipotermia di gunung
Ilustrasi sepasang kekasih melakukan pendakian di gunung. freepik

SEMARANG, beritajateng.tv – Ramai di berbagai sosial media seorang bayi yang tengah alami hipotermia saat tengah mendaki Gunung Ungaran.

Dari informasi yang beredar, bayi tersebut terpaksa harus di evakuasi lantaran situasi yang cukup darurat.

Meski dalam unggahan video yang beredar terlihat cukup parah, namun pengelola Basecamp Perantunan, Bandungan, Wido menyampaikan bahwa hal itu tidak sesuai dengan faktanya.

Beirkut ini beberapa fakta-fakta terkait informasi seorang bayi yang alami hipotermia di Gunung Ungaran.

Fakta-fakta Bayi Hipotermia di Gunung Ungaran

Sebagaimana informasi yang beredar, peristiwa ini berlangsung pada hari Sabtu 11 April 2026 kemarin tepat di jalur pendakian Gunung Ungaran via Basecamp Perantunan.

BACA JUGA: Destinasi Seru di Lereng Kaki Gunung Ungaran! Taman Bunga Celosia Semarang Ramai Pengunjung

Usia bayi yang kurang lebih 1,5 tahun kini melakukan pendakian tektok bersama orang tuanya. Terbilang cukup nekat, karena seusia tersebut sudah harus berjelajah ke alam dengan cuaca yang tidak tentu.

Fatalnya, sepasang suami istri tersebut melakukan pendakian tektok yakni naik-turun dalam waktu satu hari tanpa melakukan penginapan.

Sebelum melakukan pendakian, saat sedang di tempat pendaftaran, petugas basecamp sudah mengingatkan apa saja risiko yang akan terjadi.

Terlebih lagi cuaca di Pegunungan yang kurang bersahabat tentu sangat rentan bagi seorang bayi yang usianya masih belum 2 tahun.

Namun lepas dari itu, sepasang kekasih tersebut masih tetap memaksakan untuk melakukan pendakian dan menyatakan sanggup menanggung apapun risikonya.

Hingga akhirnya tepat saat berada di pos 4, kedua sepasang suami istri tersebut terlibat sebuah cekcok yakni perbedaan pendapat.

Sang istri meminta untuk turun, sedangkan sang suami tetap ingin melanjutkan pendakian. Di tengah cekcok tersebut, bayi mulai rewel karena suhu pegunungan yang mulai kurang bersahabat.

BACA JUGA: Menikmati Soto Murah Di Tengah Hamparan Sawah dan Panorama Gunung Ungaran

Beruntungnya terdapat anggota SAR yang berada di sekitar lokasi hingga akhirnya memberikan penanganan awal untuk bisa menenangkan bayi tersebut.

Mereka menyelimuti bayi tersebut dengan tujuan supaya suhunya tetap hangat di tengah cuaca yang kurang bersahabat.

Dari informasi yang viral di berbagai sosial media, pengelola basecamp menegaskan bahwasanya bayi tersebut tidak mengalami hipotermia sebagaimana yang tengah ramai.

Tidak ada proses evakuasi darurat, hanya saja setelah bayi mendapatkan penanganan awal, kedua orangtuanya langsung turun ke basecamp. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp