“Melalui penguatan dan pemberdayaan tim pendamping keluarga di desa kelurahan sebagai ujung tombak upaya percepatan penurunan stunting, saya mengharapkan kepada pemerintah kab/kota untuk terus melakukan penguatan kelembagaan TPPS yang telah dibentuk untuk membantu dan memfasilitasi pelaksanaan tugas dari pendamping keluarga melalui dukungan sarpras dan pembiayaan kegiatan,” Pesannya.
Sementara itu, Kepala BKKBN menyampaikan, bahwa pencegahan stunting pada anak Indonesia menjadi salah satu fokus pekerjaan pemerintah.
Pencegahan stunting menjadi unsur utama menjadikan generasi penerus Indonesia mempersiapkan kematangan emosional, sosial, dan fisik agar anak Indonesia mampu berinovasi untuk berkompetisi secara global.
“Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal,” terangnya
Dikatakannya, ada beberapa penyebab dan akibat dari stunting yang perlu menjadi perhatian.
“Tiga penyebab stunting, satu gizinya kurang bagus, dua sering sakit-sakit, dan tiga pengasuhannya kurang baik,” ungkapnya
“Tiga akibat stunting, satu, stunting itu pasti pendek, tapi pendek belum stunting, kedua, stunting intelektualnya kurang, dan ketiga, sakit-sakitan, ini yang perlu diperhatikan agar tidak terkena stunting,” imbuhnya
Pada kesempatan tersebut, Hasto juga mengungkapkan apresiasinya kepada seluruh pihak, termasuk tim pendamping keluarga yang telah turut berperan dalam percepatan penurunan stunting.
Dalam laporannya Deputi ADPIN BKKBN, Sukaryo Teguh Santoso, mengungkapkan bahwa kegiatan Apel ini dilakukan untuk menumbuhkan semangat kepada para pendamping keluarga sekaligus kick off verifikasi dan validasi data.
“Kegiatan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan semangat kepada para pendamping keluarga dalam melakukan pendampingan pada calon pengantin, calon keluarga, dan keluarga secara masif sebagai ikhtiar untuk percepatan penurunan stunting,” papar Sukaryo
“Sebagai momentum dimulainya atau kick off kegiatan verifikasi dan validasi data keluarga yang berisiko stunting yang bersumber dari pendataan keluarga tahun 2021,” imbuhnya
Sukaryo menjelaskan, bahwa saat ini sudah terbentuk 200 ribu tim pendamping keluarga di Indonesia.
“Kami laporkan telah terbentuk 200 ribu tim pendamping keluarga atau 600 ribu personel dengan komposisi bidan, tim penggerak PKK, dan para kader KB,” ungkapnya





