JatengPendidikan

Wagub Jateng Launching Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Pati

×

Wagub Jateng Launching Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Pati

Sebarkan artikel ini
Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak
Wagub Jateng Tak Yasin Maimoen dan sang istri Natal Arafah menyerahkan santunan dan melaunching Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Pati. (Doc. Pemprov Jateng)

PATI, beritajateng.tv – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meluncurkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPA) di Balai Desa Tluwuk Pati, Minggu 3 Juni 2023.

DRPA merupakan program pemerintah pusat yang bersinergi untuk menguatkan program Desa Sejahtera (Destara) milik BKOW Jateng.

“Ini kita kolaborasikan. Kalau kita bicara sebenarnya Destara saja untuk kesejahteraan di desa saja. Kalau nggak ada keramahan terhadap perempuan, nggak ada keramahan terhadap anak, maka sejahteranya dimana? Maka di sini kita gabungkan sekalian menjadi desa sejahtera yang ramah kepada anak, ramah kepada perempuan,” jelasnya.

Dengan adananya Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, Ia berharap akan tercipta lingkungan yang baik menuju Indonesia emas 2045.

Masyarakat menurut Wagub, mereka belajar dan berlatih kreativitas dan ketrampilan agar bisa meningkatkan ekonomi keluarga.

Pemerintah desa juga harus mulai untuk menyelenggarakan tata kelola pemerintahan. Pembangunan serta pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa yang terencana, menyeluruh dan berkelanjutan.

Untuk pemberdayaan masyarakat, dalam program Destara ada pelatihan ketrampilan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa setempat.

“Bukan hanya ramah saja, tetapi mereka kita berdayakan, kita sejahterakan. Kita berdayakan dengan adanya pelatihan dari sini yg di inisiasi oleh BKOW bekerja sama dengan Baznas. Ada pelatihan nugget yang mana di Kabupaten Pati terkenal bandeng juwananya. Ini kita kerja samakan, di olah bukan hanya menjadi bandeng saja, tetapi menjadi nugget,” terangnya.

Untuk pencegahan kekerasan dan perlindungan anak, kata Wagub, di Desa Tluwuk sudah memiliki tim relawan SAPA.

Tak Yasin meminta tim ini tidak hanya menunggu datangnya laporan. Sebab, banyak kekerasan yang terjadi, tapi tidak mencuat ke permukaan.

Tim harus memiliki inisiatif jemput bola dengan melakukan sosialisasi, bekerja sama dengan pihak-pihak terkait. Misalnya mendatangi sekolah-sekolah.

Desa Ramah Perempuan Target 0 Persen Tindak Kekerasan

“Ini kita harus kolaborasi, kerja sama, sehingga benar-benar 0 persen kekerasan terhadap perempuan dan anak. Juga saat ini bukan hanya anak perempuan saja, tapi anak laki-laki juga rentan mendapatkan kekerasan, khususnya kekerasan seksual,” pesannya.

Ketua Umum BKOW Jateng Nawal Arafah Yasin mengatakan, program Destara sudah terlaksana di sejumlah kabupaten di Jawa Tengah. Seperti Kabupaten Demak, Pemalang, dan Sragen. Tetapi belum bersinergi dengan program DRPA. Kabupaten Pati yang berkesempatan berkolaborasi dengan program DRPA.

“Program Destara pada tahun-tahun sebelumnya memang masih belum kuat dengan konsep daripada ramah anak dan untuk saat ini kita akan melaunching yang sesuai dengan DRPA tersebut,” katanya.

Ia berharap pelaksanaan program Destara bisa memberi hasil maksimal, sehingga mampu berkontribusi menurunkan angka kemiskinan Jawa Tengah. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp