“Kami memilih langkah yang tenang dan terukur untuk urusan strategis, supaya tidak ada saling memanfaatkan. Antara pihak-pihak yang tidak memiliki komitmen terhadap kepentingan kota,” jelas Agustina.
Dalam arahannya, wali kota juga meminta direksi yang baru dilantik agar mampu mengelola Semarang Zoo secara profesional.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan pengunjung, kesejahteraan satwa, serta pengembangan wahana edukatif yang ramah anak dan keluarga.
“Semarang Zoo harus menjadi ruang belajar, rekreasi, dan konservasi yang seimbang. Penataannya bisa sederhana, tetapi harus memberikan pengalaman edukatif dan memperkuat fungsi konservasi,” katanya.
Sementara itu, Direktur PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso menyatakan kesiapannya membawa Semarang Zoo naik kelas.
Ia mengakui tantangan yang di hadapi cukup besar, namun optimistis target peningkatan kualitas dapat dicapai secara bertahap.
“Berdasarkan hasil audit Kementerian Kehutanan, nilai kita saat ini masih C. Target kami bertahap menjadi B, kemudian A. Kalau itu tercapai, fungsi konservasi, edukasi, dan rekreasi akan berjalan lebih optimal,” ujar Bimo.
Ia menjelaskan, pembenahan pengelolaan akan segera dilakukan, termasuk persiapan menghadapi lonjakan pengunjung pada libur Lebaran.
BACA JUGA: Isu Jual Beli Harimau di Semarang Zoo, Pemkot Turun Tangan Lakukan Investigasi
Bimo menegaskan pihaknya langsung melakukan koordinasi internal untuk menyusun program jangka pendek dan menengah.
“Ini sudah mendekati Februari dan Maret menjelang Lebaran, jadi kami langsung gas. Program-program akan kami siapkan dan sosialisasikan agar pengunjung mendapatkan pengalaman yang lebih baik,” ucapnya.
Selain peningkatan layanan, Bimo juga menaruh perhatian pada penguatan fungsi konservasi melalui penambahan dan pertukaran satwa dengan sejumlah kebun binatang lain di Indonesia.
Dia menyebut, Semarang Zoo akan menerima pelikan dari Ragunan, rusa dari Medan, serta sejumlah satwa lain seperti makau dan merak.
“Kami juga menata koleksi satwa agar fungsi konservasinya berjalan. Orangutan misalnya, sekarang tiga jantan semua. Nanti akan kami datangkan betina dan lakukan pertukaran supaya bisa berkembang biak,” jelasnya.





