JatengPariwisata

Walikota: Meski Berbeda Etnis, Sejak Dulu Warga Kota Semarang Hidup Rukun dan Harmonis

×

Walikota: Meski Berbeda Etnis, Sejak Dulu Warga Kota Semarang Hidup Rukun dan Harmonis

Sebarkan artikel ini
Berbeda Etnis
Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu (Mbak Ita) menyebut, meski berbeda etnis, sejak dulu warga kota Semarang hidup rukun dan harmonis saat menghadiri Peringatan Kwan She Im Phu Sa mencapai Parinibbana atau Meninggalkan Duniawi di Klenteng Tay Kak Sie Kota Semarang, Minggu 12 November 2023. (Ellya/beritajateng.tv)

“Di tempat ini pula, Gus Dur dikukuhkan sebagai bapak Tionghoa pada 10 Maret 2004. Bahkan saat itu Gus Dur menyatakan diri sebagai keluarga etnik Tionghoa dari marga Tan,” katanya.

Lebih lanjut, Politikus PDI Perjuangan ini menyampaikan, fondasi keberagaman antaretnis dan penganut agama di Kota Semarang. Harus kita tunjukkan untuk mempengaruhi Indonesia lebih baik dan makin maju meski berbeda etnis.

“Kota Semarang akan selalu mensupport kegiatan seperti ini. Saat ini kita harus erat pegang tangan dan tunjukkan kita bisa damai di tengah tahun politik,” katanya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp