Terlebih pusat perbelanjaan sering kali mengadakan festival kuliner China dengan skala besar. Hal itu menjadikan Warung Semawis tidak lagi menjadi pilihan berburu kuliner.
“Mal-mal bergiliran mengadakan festival kuliner, mau tidak mau sepi, wong jumlah orang tidak bertambah banyak. Dan di Semawis ada kelemahannya kalau hujan bubar, kalau di mal kan tidak,” katanya.
BACA JUGA: Nirwana Cafe dan Resto, Rekomendasi Kuliner Alam yang Berlokasi di Semarang
Kendati demikian, Harjanto optimis akan keunikan Warung Semawis yang tidak dapat pengunjung temui di tempat lain. Nuansa Tionghoa di gang sepanjang 300 meter Gang Warung semestinya dapat menjadi daya tarik tersendiri.
“Suasananya harus kita dorong, ada perbedaan dan keunikan, keunikannya yang tidak dimiliki mal, tidak ada di Kota Lama, Marina, dan lainnya,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





