Peristiwa

Wheelie di Jalan Raya Picu Bisa Kecelakaan, Polrestabes Semarang Imbau Pengendara tak Pamer Aksi Standing

×

Wheelie di Jalan Raya Picu Bisa Kecelakaan, Polrestabes Semarang Imbau Pengendara tak Pamer Aksi Standing

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi wheelie (Anastasia Shuraeva - Pexels)
Ilustrasi wheelie (Anastasia Shuraeva - Pexels)

SEMARANG, beritajateng.tv – Aksi berkendara ugal-ugalan dengan mengangkat roda depan sepeda motor atau standing atau wheelie di jalan raya dapat membahayakan keselamatan pengendara maupun pengguna jalan lainnya.

Aksi standing atau wheelie yang mungkin pelaku anggap sebagai bentuk keberanian tersebut justru berisiko memicu kecelakaan lalu lintas.

Imbauan itu Polrestabes Semarang sampaikan menyusul beredarnya video aksi pengendara sepeda motor yang melakukan standing atau wheelie di jalan raya melalui media sosial.

Dalam kolom komentar akun Instagram @infokejadiansemarang.new yang dilihat pada Sabtu, 24 Oktober 2026, akun resmi @polrestabessemarang_official mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aksi berbahaya saat berkendara.

“Itulah akibatnya kalau berkendara dengan ugal-ugalan dan melakukan aksi standing di jalan raya. Bukan keren, bukan gagah, justru membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” tulis akun tersebut.

BACA JUGA: 2 Anak Meninggal Dunia, Kronologi Kecelakaan Motor Vs Tronton di Bawen Kabupaten Semarang, Polisi Beri Imbauan ke Orang Tua!

Polrestabes Semarang juga mengingatkan bahwa jalan raya bukan tempat untuk memamerkan keberanian. Melainkan ruang bersama yang mengharuskan setiap pengguna jalan menjaga keselamatan.

“Ingat, satu aksi nekat bisa berujung penyesalan seumur hidup,” lanjut komentar tersebut.

Video Standing atau Wheelia bukan Terjadi di Semarang

Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Sugito, menjelaskan bahwa peristiwa dalam video yang beredar tersebut bukan terjadi di wilayah Kota Semarang.

“Menanggapi video yang beredar, kami sampaikan bahwa peristiwa tersebut bukan terjadi di wilayah Kota Semarang. Itu video kejadiannya di BSD, Tangerang,” kata Kompol Sugito saat beritajateng.tv hubungi pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Meski demikian, dia mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan saat berkendara. Menghindari aksi yang berpotensi membahayakan orang lain.

“Tidak melakukan aksi ugal-ugalan maupun standing di jalan raya yang dapat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” katanya.

BACA JUGA: Ungguli Pembalap Jepang, Irfan Ardiansyah Asal Ungaran Sabet Juara Race 2 AP250 ARRC 2026 Seri Mandalika

Sebagai informasi, standing atau wheelie merupakan aksi mengendarai sepeda motor dengan mengangkat roda depan hingga motor bertumpu pada roda belakang dalam kondisi berjalan. Aksi ini biasanya dengan mengatur tenaga mesin dan keseimbangan kendaraan.

Meski kerap dipertontonkan sebagai atraksi keterampilan berkendara, wheelie di jalan raya memiliki risiko tinggi apabila tanpa pengamanan dan di tengah lalu lintas umum.

BACA JUGA:Video Pembalap Enduro Trail Berpacu di Sirkuit Brown Canyon

Pengendara dapat kehilangan keseimbangan, gagal mengendalikan arah kendaraan, atau terjatuh ketika roda depan tidak dapat kembali menyentuh permukaan jalan dengan aman. Kondisi tersebut juga berpotensi membahayakan pengendara lain yang berada di sekitar lokasi.

Sugito mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya berlalu lintas yang aman dan bertanggung jawab.

“Mari bersama-sama menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Ingat, ada keluarga yang menanti kita pulang dengan selamat. Keselamatan bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi juga tentang orang-orang yang kita sayangi,” katanya.

Editor: Diaz A Abidin

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp