Jateng

Wilayah Pinggiran Semarang Minim Hidran, Warga Mijen dan Gunungpati Khawatir Risiko Kebakaran

×

Wilayah Pinggiran Semarang Minim Hidran, Warga Mijen dan Gunungpati Khawatir Risiko Kebakaran

Sebarkan artikel ini
Miris!! Dari 79 Hidran di Kota Semarang, Hanya 10 yang Berfungsi
Ilustrasi hidran untuk bahan baku air saat terjadi kebakaran. (Foto: Freepik)

“Kalau bisa segera diadakan, karena sangat penting, terutama di permukiman padat penduduk seperti perumahan, kos-kosan, atau kawasan kampus. Amit-amit kalau terjadi kebakaran. Walaupun di Gunungpati jarang terjadi kebakaran ya,” tutur Febri.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan, mengakui masih terdapat wilayah wilayah blank spot hidran, termasuk Kecamatan Gunungpati dan Mijen.

BACA JUGA: Miris!! Dari 79 Hidran di Kota Semarang, Hanya 10 yang Berfungsi

“Dari 79 titik hidran yang tercatat, sekitar 61 masih terlihat fisiknya, tetapi yang benar-benar berfungsi hanya 10 titik. Sementara sisanya, ada yang rusak, tertutup, bahkan tidak terlihat lagi keberadaannya,” ujarnya.

Kondisi ini membuat Dinas Damkar Kota Semarang harus bekerja ekstra setiap kali terjadi kebakaran.

Minimnya hidran aktif dinilai sangat berisiko, terutama saat terjadi kebakaran besar. Ade menyebut, dengan luas wilayah Kota Semarang, jumlah hidran yang ada saat ini sebenarnya sudah sangat kurang, apalagi dengan kondisi sebagian besar tidak berfungsi.

“Dengan wilayah seluas Semarang, 79 titik saja sebenarnya belum ideal, apalagi yang aktif hanya 10. Ini jelas menyulitkan kami di lapangan,” katanya.

Ia mendorong pemanfaatan aset pemerintah, seperti kantor kelurahan, untuk dibangun tandon air guna menunjang operasional Damkar sekaligus sebagai fasilitas publik. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp