Tak hanya itu, banyak UMKM lokal dan industri pariwisata yang terbantu karena adanya acara ini. Tentunya untuk mendorong perekonomian daerah kita juga melibatkan banyak UMKM lokal untuk jadi pemasok kebutuhan acara seperti souvenir wayang, makanan ringan dan minuman lokal bagi ribuan pengunjung upacara pembukaan dan penutupan.
“Kita juga minta ratusan pelaku kreatif lokal untuk mengisi acara agar budaya kita makin dikenal di level mancanegara. Hotel di pusat kota pun penuh untuk menyambut para atlet, staff dan juga turis lokal yang ingin menonton perhelatan dua tahunan ini, ” imbuhnya.
Penggunaan layanan GrabBike di Surakarta pun permintaannya naik selama APG 2022 berlangsung. President Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, mengungkapkan rasa bangga dapat menjadi bagian dari sejarah yang ditorehkan oleh Indonesia dan di saat yang sama juga membantu perekonomian dan pariwisata di Surakarta.
“Data internal kami menunjukkan bahwa penggunaan layanan GrabBike di Surakarta mengalami peningkatan sebanyak 13 persen pada periode persiapan hingga penutupan ASEAN Para Games 2022 ini. Selain ke lokasi-lokasi utama penyelenggaraan cabang olahraga ASEAN Para Games 2022, masyarakat paling banyak datang dan pergi ke lokasi wisata seperti Pasar Gede yang terkenal dengan wisata kulinernya dan Pasar Klewer yang menjual aneka batik. Tentunya selain jadi prestasi tersendiri bagi Indonesia sebagai tuan rumah dan juara umum ASEAN Para Games ke-11, memberikan dampak langsung pada UMKM dan masyarakat sekitar melalui pemanfaatan digitalisasi menjadi suatu kebanggan bagi kami,” jelasnya. (Ak/El)





