Dia bilang, pemerintah daerah masih memantau pelaksanaan program tersebut. Terutama agar mekanisme penyajian makanan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Gus Yasin juga menanggapi pelaksanaan MBG dengan pola prasmanan di sejumlah satuan pendidikan.
“Yang jelas kami akan memantau lebih lanjut. Kami akan mencatat karena ini ada di satuan pendidikan. Jangan sampai dengan adanya (MBG) prasmanan ini akan lebih memakan waktu atau menyita waktu-waktu jam belajar mengajar. Itu yang paling utama,” katanya.
BACA JUGA: SPPG Karangturi Semarang dan Bawang Batang Tutup Permanen Imbas Keracunan Massal, Gus Yasin: Usulan Satgas
Gus Yasin mengatakan, belum memiliki data lengkap mengenai jumlah sekolah di Jawa Tengah yang menerapkan pola prasmanan.
Menurutnya, penentuan sekolah yang menggunakan mekanisme tersebut menjadi kewenangan pemerintah pusat.
“Di Jawa Tengah saya belum ada datanya secara seluruhnya. Itu sifatnya dari pemerintah pusat langsung, mana-mana yang ditunjuk untuk menyediakan MBG yang bersifat prasmanan,” katanya. (*)
Editor: Diaz A Abidin





