Agustina mengatakan, peningkatan kualitas jalan memiliki dampak lebih luas daripada sekadar memperbaiki permukaan yang rusak. Infrastruktur jalan berkaitan dengan kelancaran distribusi barang, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga kegiatan ekonomi.
“Jalan yang baik bukan hanya soal permukaan yang mulus. Infrastruktur ini berkaitan langsung dengan mobilitas warga, kelancaran distribusi barang, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kegiatan ekonomi. Kami berharap peningkatan jalan ini bisa mendukung aktivitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah melaksanakan pekerjaan secara bertahap sesuai perencanaan. Pemkot juga memantau ruas yang telah dalam pengerjaan maupun yang masih dalam proses.
“Pekerjaan infrastruktur memang tidak bisa selesai sekaligus. Ada ruas yang sudah kita kerjakan, ada yang masih dalam proses, dan ada pula yang berlanjut pada tahap berikutnya. Kami terus melakukan pemantauan agar pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan dan kualitasnya tetap terjaga,” katanya.
Salah satu ruas yang bakal berlanjut pada November 2026 adalah Jalan Mr. Koesbiono Tjondro Wibowo di Kecamatan Gunungpati. Sementara kelanjutan pekerjaan Jalan Sawojajar rencananya bakal masuk anggaran 2027. (*)





