Jateng

31 Ribu Keluarga di Jateng Terima Bantuan Air Bersih, BPBD Ungkap Tiga Daerah Kekeringan Terparah

×

31 Ribu Keluarga di Jateng Terima Bantuan Air Bersih, BPBD Ungkap Tiga Daerah Kekeringan Terparah

Sebarkan artikel ini
BPBD Jateng Air | Kekeringan Jawa Tengah | BMKG Kekeringan | ilustrasi kekeringan | Bencana Kekeringan
Ilustrasi kekeringan. (Foto: Pexels/Pixabay)

Lebih jauh, Chomsul menyebut belum semua wilayah mendapatkan curah hujan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih, meski saat ini Jawa Tengah sudah mulai memasuki musim penghujan.

“Kalau dari prediksi BMKG sebenarnya secara umum di Jateng sudah memasuki musim penghujan. Di bulan Oktober mungkin sudah hampir 70% wilayah-wilayahnya memasuki musim hujan,” katanya.

Chomsul mengungkap, daerah di Jawa Tengah yang paling lama menerima hujan ialah bagian timur, seperti Rembang dan Grobogan.

“Misalkan Rembang dan Grobogan, dia musim hujannya paling lambat. Nah, termasuk sekarang di Klaten ini sebenarnya sudah beberapa [daerah] masuk musim penghujan ya, cuman memang belum puncak,” tambahnya.

Berdasarkan data yang ia peroleh dari BMKG, puncak musim penghujan perkiraan terjadi pada Januari–Februari 2026. Saat itu, kebutuhan air bersih diharapkan bisa terpenuhi tanpa harus dilakukan dropping lagi.

“Nanti puncaknya musim penghujan secara umum sekitar bulan Januari-Februari 2026. Jadi, untuk intensitas [hujan saat ini] memang masih rendah, tapi sudah memasuki musim penghujan. Tapi mungkin belum bisa memenuhi kebutuhan air yang di wilayah situ,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp