SEMARANG, beritajateng.tv – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang menyebut ada 350 lebih toko modern atau minimarket di Ibu kota Jawa Tengah belum berizin lengkap.
“Dari laporan yang ada, terdapat 350 lebih toko modern belum berizin lengkap. Itu data yang kami terima dari Dinas Perdagangan Kota Semarang,” kata Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto, di Semarang Barat, Jumat (24/3/2023).
Fajar mengatakan, ada enam perusahaan pendiri toko modern yang belum mengantongi izin lengkap. Namun ia belum membeberkan nama-nama toko modern.
Pimpinan Satpol PP Kota Semarang ini memerintahkan kepada para manajemen toko modern guna melengkapi perizinan.
“Segera lengkapi Persetujuan Bangunan Gedung (BPG) berupa keterangan rencana kota (KRK) dan surat pernyataan pengelolaan lingkungan (SPPL),” bebernya.
Lebih lanjut, ia mengatakan statement ini ԁisampaikan pasca adanya kelompok masyarakat yang mengadu tentang dugaan toko modern belum berizin.
“Ada yang bilang itu merugikan UMKM. Dan kita ԁiminta segel toko modern,” terangnya.
“Perlu ԁiketahui Satpol PP bisa menyegel atau merobohkan jika sudah ada surat peringatan tiga kali dari Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang,” tegas ԁia.
Dia menyatakan Dinas Perdagangan Kota Semarang pada 8 Maret 2023 telah memberi surat kepada para manajemen toko modern untuk segera melengkapi perizinan.
Sebab, jika sampai tanggal 14 April 2023 belum lengkap perizinan, DPMPTSP Kota Semarang dan Satpol PP Kota Semarang bakal menyegel.
“Jika sampai tanggal 14 April 2023 izin belum lengkap, Satpol PP akan melangkah untuk menyegel! Kita tidak akan pandang bulu. Ini Peringatan keras. Kalau izin tidak lengkap, merugikan pendapatan asli daerah (PAD) kota Semarang,” tandas Kasatpol PP. (*)
Editor: Elly Amaliyah





