Peristiwa

9 Sekolah di Kota Semarang Terdampak Banjir, Disdikbud Jateng Perbolehkan Belajar Daring

×

9 Sekolah di Kota Semarang Terdampak Banjir, Disdikbud Jateng Perbolehkan Belajar Daring

Sebarkan artikel ini
Sekolah Semarang Banjir
Kondisi SMKN 10 yang terendam banjir. (Foto: Dok. Kepala SMKN 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin)

SEMARANG, beritajateng.tv – Akibat banjir, sebanyak 9 sekolah di wilayah Kota Semarang yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah terkena imbasnya. Oleh sebab itu, pembelajaran pun beralih ke online atau daring.

Data yang beritajateng.tv terima dari dinas terkait, 9 sekolah itu meliputi SMKN 1 Semarang, SMKN 6 Semarang, SMKN 9 Semarang, SMKN 10 Semarang, SMK Pandanaran, SMAN 10 Semarang, SMAN 11 Semarang, SMA Loyola, dan SLBN Semarang.

Adapun seluruh sekolah yang terdampak banjir tersebut berada di Kota Semarang. Beberapa hari terakhir, hujan lebat dan angin kencang melanda Kota Semarang.

Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) dan Banjir Kanal Barat (BKB) yang meluap akibat hujan lebat pun membuat sekolah di sekitarnya terendam air.

SMKN 10 Semarang menjadi salah satu dari 9 sekolah yang terdampak banjir. Berlokasi di Jalan Kokrosono, sekolah itu telah terendam air sejak Rabu, 13 Maret 2024 malam. Bahkan, air masuk hingga ke ruang kelas dan bengkel.

Kepala SMKN 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, menyebut ruang kelas dan bengkel tempat siswa melakukan praktik terdampak akibat banjir. Hal itu ia ungkapkan saat beritajateng.tv hubungi, Kamis, 14 Maret 2024.

BACA JUGA: Pemkot Prioritaskan Evakuasi Korban Banjir di Semarang

“Sekolah kami terdampak banjir, ada yang masuk ruang kelas dan ruang OSIS. Ada juga yang masuk ke bengkel. Hanya saja tidak merusak peralatan, karena alatnya sudah dinaikkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ardan mengungkap ketinggian air bervariasi. Air yang masuk ke dalam ruang kelas, menurut Ardan, hanya 10 cm. Sementara itu, air yang menggenangi halaman sekolah mencapai 30 cm.

Akibat air yang belum kunjung surut per Kamis, 14 Maret 2024, pembelajaran pun beralih secara daring.

“Pembelajaran beralih menjadi online, karena akses masuk kan tidak bisa, halamannya juga banjir,” bebernya.

Luapan air sungai BKB, bagi Adran, menjadi penyebab utama terdampaknya SMKN 10 Semarang. Air yang masuk pun sulit untuk dipompa keluar. Oleh karenanya, genangannya akan bertahan lebih lama.

“Karena sungai depan [BKB] yang meluap cukup deras, sehingga banyak air yang masuk ke dalam sekolah. Sekolah pas memompa keluar kan masuk lagi, tapi siang ini perlahan mulai surut,” jelasnya.

9 sekolah di Kota Semarang terdampak banjir, jumlah bisa tambah

Di sisi lain, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMA Disdikbud Jateng, Kustrisaptono, mengungkap 9 sekolah terdampak di Kota Semarang akibat banjir itu masih bisa bertambah.

Alasannya, banjir juga menerjang wilayah lain seperti Kabupaten Grobogan dan Pekalongan. Saat ini, pihaknya mengaku tengah mendata sekolah-sekolah yang ada di 2 kabupaten tersebut.

Lebih lanjut, Kustrisaptono menegaskan pihaknya akan memberi bantuan bagi sekolah terdampak banjir. Adapun penyaluran bantuan itu melalui Unit Pengumpulan Zakat (UPZ).

Sebelumnya, SMAN 1 Sayung dan SMKN 1 Sayung di Kabupaten Demak telah mendapatkan bantuan pompa. Hingga saat ini, Kustri mengungkap ada 20 sekolah terdaftar yang akan mendapatkan bantuan. Sebanyak 9 sekolah di Kota Semarang itu pun menjadi tambahan penerima pompa.

BACA JUGA: Banjir di Kawasan Sawah Besar Semarang Masih Tinggi, Warga Kesulitan Cari Bahan Makanan

“Sekolah terdaftar sekitar 20 yang kena bencana, belum yang termasuk 9 sekolah ini. Sebelum hujan merata ini kan sudah ada bencana seperti di Karanganyar, Salem, Brebes, lalu di Gubug, Purwodadi, Toroh, itu kita beri bantuan semua, dana UPZ,” terangnya.

Perihal metode pembelajaran, Kustri mengaku pembelajaran di kala bencana bisa fleksibel.

“Proses pembelajaran kita buat fleksibel, bahwa ketika akses masuk tidak bisa, sekolah juga kondisinya banjir, boleh belajar daring. Kesehatan dan keselamatan guru sekaligus siswa itu prioritas,” ungkap Kustri. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp