Kesehatan

Menjaga Senyum Anak Istimewa, Pemeriksaan Gigi Jadi Awal Perjuangan Keluarga Cerebral Palsy

×

Menjaga Senyum Anak Istimewa, Pemeriksaan Gigi Jadi Awal Perjuangan Keluarga Cerebral Palsy

Sebarkan artikel ini
Menjaga Senyum Anak Istimewa, Pemeriksaan Gigi Jadi Awal Perjuangan Keluarga Cerebral Palsy
Sebanyak 100 anak penyandang disabilitas mengikuti kegiatan “Senyum Sehat untuk Anak Istimewa”. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Persoalan kesehatan gigi dan mulut pada anak penyandang cerebral palsy (CP) di Semarang mendapat perhatian khusus.

Pemeriksaan gratis yang berlangsung di Kantor Kecamatan Semarang Barat, Minggu (4/10/2026), menjadi pintu masuk untuk mendorong penanganan yang lebih berkelanjutan.

Sebanyak 100 anak penyandang disabilitas mengikuti kegiatan “Senyum Sehat untuk Anak Istimewa”. Kegiatan tersebut terlaksana menjelang peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia yang berlangsung setiap 6 Oktober.

Program ini melibatkan Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia, Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga (IKA FKG Unair), dan Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah.

Founder Paguyuban Peduli Penyandang Disabilitas (P3D) Semar Cakep, Fitri Maryunani, mengatakan kesehatan gigi menjadi persoalan yang kerap luput dari perhatian keluarga anak dengan cerebral palsy.

Menurutnya, kondisi fisik anak CP membuat proses menjaga kebersihan gigi dan mulut membutuhkan pendampingan lebih intensif. Tidak semua orang tua juga memiliki pengetahuan yang cukup mengenai perawatan tersebut.

“Masih banyak orang tua yang membutuhkan sosialisasi bagaimana menjaga kesehatan gigi anak. Kesehatan anak-anak cerebral palsy ini sangat rentan,” ujar Fitri.

Fitri menyebut persoalan kesehatan gigi pada anak CP tidak bisa di anggap sederhana. Ia menemukan sejumlah anak mengalami gangguan kesehatan yang di duga berkaitan dengan kondisi gigi dan mulut.

Beberapa anak bahkan mengalami kerusakan gigi. Kondisi tersebut antara lain lantaran penggunaan obat-obatan serta kebiasaan menyikat gigi yang belum optimal.

Karena itu, Fitri berharap pemeriksaan yang berjalan tidak berhenti sebagai kegiatan sosial sesaat. Hasil pemeriksaan perlu menjadi dasar untuk menentukan penanganan berikutnya.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di pemeriksaan saja. Hasilnya bisa di tindaklanjuti sehingga anak-anak yang membutuhkan penanganan medis dapat memperoleh akses layanan kesehatan,” katanya.

BACA JUGA: Perjuangan Ayunda Rawat Elzio, Anak dengan Cerebral Palsy yang Sulit Makan dan Perlu Perawatan Gigi