SEMARANG, beritajateng.tv – Personel Polres Semarang mampu mengendalikan gangguan keamanan yang dipicu ketidakpuasan warga pada pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Semarang 2026.
Awalnya, beberapa warga protes setelah tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena waktu pemungutan suara sudah habis. Hal ini berujung keributan di tempat pemungutan suara (TPS).
Oleh petugas di TPS setempat keributan ini bisa redam dan mereka akhirnya meninggalkan TPS. Akan tetapi, kekecewaan masih berlanjut dan mereka mendatangi balai desa untuk memprotes hal yang sama.
BACA JUGA: WNI Pertama di Liga Champions
Hingga akhirnya kembali terjadi ketegangan dengan personel pengamanan. Tak hanya itu, pengerahan massa yang lebih banyak juga warga lakukan, hingga situasi semakin tidak terkendali.
Beberapa tindakan yang menjurus aksi perusakan mulai ratusan massa lakukan. Guna mengendalikan situasi Polres Semarang terpaksa harus mengerahkan tim urai massa (Raimas).
BACA JUGA: Tolak Proyek Geothermal Gunung Ungaran, Aliansi Masyarakat; Alternatif Energi Ramah Lingkungan Masih Banyak
Situasi ternyata bertambah, manakala ada pihak- pihak lain yang memanfaatkam kekacauan tersebut. Massa melakukan berbagai aksi kriminalitas seperti penjarahan, penjarahan dan tindakan yang meresahkan lainnya.
Berkat kesigapan jajaran penanganan, situasi berangsur- angsur mulai bisa dikendalikan.
Hal ini menjadi bagian dari skenario simulasi penanggulangan kerusuhan massa dalam rangka pilkades 2026 Polres Semarang, di kompleks GOR Pandanaran, Wujil, Kabupaten Semarang, Rabu 14 Oktober 2026.
BACA JUGA: Cegah Perundungan di Kabupaten Semarang, Polsek Tengaran Sosialisasi di Sekolah
Kapolres Semarang, AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai latihan sekaligus bentuk kesiapan jajarannya. Khususnya dalam menangani situasi kontingensi berkaitan dengan pilkades serentak.
Heru Dwi mengatakan, jajaran Polres Semarang yang turun dalam pelaksanaan pengamanan pelaksanaan pilkades serentak telah melaksanakan fungsi pendampingan.
“Mulai dari tahapan awal sampai dengan hari ini. Di mana merupakan tahapan pendaftaran bakal calon kepala desa di 140 desa penyelenggara pilkades serentak di Kabupaten Semarang tahun 2026,” katanya.





