SEMARANG, beritajateng.tv – Aksi berkendara ugal-ugalan dengan mengangkat roda depan sepeda motor atau standing atau wheelie di jalan raya dapat membahayakan keselamatan pengendara maupun pengguna jalan lainnya.
Aksi standing atau wheelie yang mungkin pelaku anggap sebagai bentuk keberanian tersebut justru berisiko memicu kecelakaan lalu lintas.
Imbauan itu Polrestabes Semarang sampaikan menyusul beredarnya video aksi pengendara sepeda motor yang melakukan standing atau wheelie di jalan raya melalui media sosial.
Dalam kolom komentar akun Instagram @infokejadiansemarang.new yang dilihat pada Sabtu, 24 Oktober 2026, akun resmi @polrestabessemarang_official mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aksi berbahaya saat berkendara.
“Itulah akibatnya kalau berkendara dengan ugal-ugalan dan melakukan aksi standing di jalan raya. Bukan keren, bukan gagah, justru membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” tulis akun tersebut.
BACA JUGA: 2 Anak Meninggal Dunia, Kronologi Kecelakaan Motor Vs Tronton di Bawen Kabupaten Semarang, Polisi Beri Imbauan ke Orang Tua!
Polrestabes Semarang juga mengingatkan bahwa jalan raya bukan tempat untuk memamerkan keberanian. Melainkan ruang bersama yang mengharuskan setiap pengguna jalan menjaga keselamatan.
“Ingat, satu aksi nekat bisa berujung penyesalan seumur hidup,” lanjut komentar tersebut.
Video Standing atau Wheelia bukan Terjadi di Semarang
Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Sugito, menjelaskan bahwa peristiwa dalam video yang beredar tersebut bukan terjadi di wilayah Kota Semarang.
“Menanggapi video yang beredar, kami sampaikan bahwa peristiwa tersebut bukan terjadi di wilayah Kota Semarang. Itu video kejadiannya di BSD, Tangerang,” kata Kompol Sugito saat beritajateng.tv hubungi pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Meski demikian, dia mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan saat berkendara. Menghindari aksi yang berpotensi membahayakan orang lain.
“Tidak melakukan aksi ugal-ugalan maupun standing di jalan raya yang dapat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” katanya.





