Pendidikan

Ada 11 Kasus Stunting, Lurah Kunden: Butuh Poliklinik untuk Pencegahan

×

Ada 11 Kasus Stunting, Lurah Kunden: Butuh Poliklinik untuk Pencegahan

Sebarkan artikel ini
11 kasus stunting
Banyaknya jumlah 11 Kasus Stunting, Lurah Kunden mengatakan bahwa Butuh Poliklinik untuk Pencegahan

BLORA, beritajateng.tv – Dengan tingginya jumlah 11 kasus stunting di kelurahan Kunden Blora, lurah Kunden bahkan meminta poliklinik untuk pencegahan.

Lurah Kunden Fiqri Hidayat menginginkan agar di Kelurahan Kunden mendapat sorotan berharap Ada Poliklinik untuk pencegahan Stunting di wilayahnya.

Hal ini ia katakan saat menggelar rapat koordinasi (Rakor) bidang kesehatan di Aula Kelurahan Kunden, Jumat 9 Juni 2023 lalu.

“Insyaallah kita berdoa kedepan Kelurahan Kunden mendapatkan bantuan Poliklinik Kesehatan yang ada di Kelurahan. Sehingga warga dapat memeriksakan kesehatannya di poliklinik ini, tidak kelamaan antri di Puskesmas”, ungkap Fiqri.

Dalam rakor tersebut, hadir Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Bidan Kelurahan, TP PKK Kelurahan Kunden. Dan seluruh Kader Kesehatan Kelurahan Kunden.

Fiqri Hidayat mengatakan bahwa di Kelurahan Kunden terdapat 11 balita yang terkena stunting.

Ia ingin kader kesehatan dapat melakukan pendampingan terhadap balita stunting yang akan di intervensi. Dengan program pemberian makanan tambahan (PMT) selama 90 hari.

Selain itu, ia berharap kader kesehatan juga dapat berpartisipasi dalam pemantauan dan pendampingan ibu hamil yang mempunyai resiko KEK (Kekurangan Energi Kronis).

“Disini sudah berkumpul ibu-ibu PKK Pokja IV dan Kader Kesehatan. Silahkan saling berkenalan dan berkoordinasi. Bagaimana langkah-langkah dalam penanganan stunting dan ibu-ibu hamil yang beresiko KEK”, ungkap Fiqri.

Pemkab entaskan 11 kasus stunting di Blora

Dalam pertemuan ini, Fiqri juga mengajak para kader kesehatan dan ketua PKK RT se Kelurahan Kunden dapat mendukung program Bupati Blora. H Arief Rohman, dengan memberikan edukasi tentang Pernikahan Dini.

“Jadi salah satu penyebab stunting menjadi tinggi adalah pernikahan dini. Menurut pak bupati di beberapa tempat, budaya kita kalo anak wedok wis di tekokke. dino lan pasarane wis cocok takut untuk menolak, padahal ini salah satu penyebab stunting”, jelasnya.

Fiqri berharap semua warga bisa aktif di Posyandu, Posbindu, Posyandu Remaja dan di PIK-R. Sehingga ada deteksi dini kalo ada yang sakit.

Jenal Susanto tokoh masyarakat Kelurahan Kunden mendukung program kelurahan kunden untuk meminimalisir resiko balita stunting yang ada di Kelurahan Kunden.

“Silahkan ibu-ibu Kader Kesehatan dapat mendukung program intervensi stunting ini. Dengan mendampingi pemberian makanan. Dan melihat dengan benar pemberian makanan tambahan anak-anak ini”, katanya.

Berdasarkan data, Kelurahan Kunden terletak di jantung kota Blora berada di sebelah utara Alun – alun kota Blora.

Dari data di Kelurahan Kunden warga yang Stunting ada 11 kasus stunting, sedangkan warga miskin ekstrem 25 orang.

Pemerintah meminta kepada Camat, Kades dan Lurah untuk membantu meningkatkan kehadiran balita ke posyandu di angka 95  persen. Hal ini untuk mengurangi atau menekan angka stunting di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

TPPS dorong penuntasan 11 kasus stunting

Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Tri Yuli Setyowati, yang juga Wakil Bupati Blora. Saat rapat koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting di aula Bappeda Senin 8 Mei 2023 lalu. Ia Minta kepada para camat, lurah dan kades untuk membantu bagaimana kehadiran balita ke Posyandu ditingkatkan.

“Tolong untuk bantu kami sebagai evaluasi bagaimana kita mendatangkan balita kita ke posyandu di tahun 2023. Karena tingkat kehadiran balita-balita ke posyandu sebelumnya baru 88 persen dan masih ada 12 persen anak-anak kita yang belum datang ke posyandu. Idealnya di angka 95 persen,” tandas mbak Etik sapaan akrabnya. Di rapat yang hadir Tim Iney Regional 2, TPPS, Bappeda, PKK, Camat se -Blora dan Kades maupun lurah locus (tempat) stunting.

Menurutnya, percepatan penurunan stunting bukan merupakan kerja individu. Akan tetapi, merupakan kerja bersama.

Salah satu upayanya adalah dengan meningkatkan gizi pada anak-anak melalui program pemberian makanan tambahan (PMT) .

“Tolong bapak ibu kades/lurah untuk memberikan PMT kepada anak-anak kita yang berisiko stunting selama 14 hari. Itu sebagai bentuk intervensi spesifik kita,” lanjut Mbak Etik.

Termasuk, lanjutnya, pentingnya peningkatan SDM posyandu dalam bentuk pelatihan dalam pengukuran ataupun penimbangan baduta.

Pemkab Blora berkomitmen untuk terus berupaya agar angka stunting di Kabupaten Blora dapat berkurang. Dan anak-anak dapat tumbuh berkembang dengan sehat dan optimal. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp