Jateng

Ada Aktivitas Alat Berat, Pengembang Pabrik Diduga Abaikan Peringatan DPRD Kabupaten Semarang

×

Ada Aktivitas Alat Berat, Pengembang Pabrik Diduga Abaikan Peringatan DPRD Kabupaten Semarang

Sebarkan artikel ini
Pabrik DPRD Semarang
Aktivitas alat berat yang sempat direkam warga di lokasi pembangunan pabrik PT. Wild Bear Technology, di Desa Deresan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Minggu, 26 April 2026. (Foto: Tangkapan layar video warga)

SEMARANG, beritajateng.tv — Pembangunan pabrik di Desa Deresan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, ԁiduga mengabaikan peringatan Komisi C DPRD Kabupaten Semarang untuk menghentikan aktivitas karena belum mengantongi izin.

Dugaan tersebut mencuat setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan aktivitas alat berat masih berlangsung pada Minggu, 26 April 2026.

Padahal sebelumnya, Komisi C DPRD Kabupaten Semarang telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pada Kamis, 23 April 2026 dan meminta kegiatan ԁihentikan sementara.

Dalam video yang beredar, terlihat alat berat tetap beroperasi di area proyek. Rekaman tersebut ԁiambil warga yang lokasinya tidak jauh dari titik pembangunan.

Pada bagian lain video, tampak seorang warga mempertanyakan aktivitas proyek kepada pihak yang ԁiduga perwakilan pelaksana.

BACA JUGA: DPRD Desak Pemkab Semarang Hentikan Proyek Pabrik Tanpa Izin di Susukan

Salah seorang warga sekitar, Nunik Nikmah, mengungkapkan keresahan masyarakat yang kian memuncak akibat dampak pembangunan pabrik tersebut. Ia menyebut aktivitas proyek yang sudah berlangsung sejak November 2025 menimbulkan berbagai gangguan.

“Lingkungan kami terganggu karena debu. Selain itu, beberapa kali terjadi banjir saat hujan,” ujarnya saat beritajateng.tv konfirmasi, Senin, 27 April 2026.

Menurut Nunik, saat banjir terjadi, material lumpur masuk ke permukiman warga. Pada kejadian pertama, tiga rumah terdampak, sedangkan pada kejadian berikutnya meningkat menjadi sepuluh rumah.

Tidak hanya itu, ia juga mengungkapkan bahwa konstruksi talud setinggi hampir enam meter sempat ambrol dan materialnya masuk ke lahan milik warga. Meski sempat ada pertemuan antara pengembang dan warga usai kejadian banjir, hingga kini belum ada kejelasan terkait penanganan talud yang runtuh.

“Untuk talud yang ambrol, sampai sekarang belum ada komunikasi lanjutan dari pihak pengembang,” tegasnya.

Warga Nilai Pihak Pabrik Langgar Peringatan DPRD Kabupaten Semarang, Muncul Aktivitas Alat Berat Lagi

Warga juga menilai peringatan dari DPRD tidak ԁiindahkan. Aktivitas alat berat sempat berhenti saat sidak berlangsung, namun kembali berjalan setelah rombongan dewan meninggalkan lokasi.