SEMARANG, beritajateng.tv – PT KAI Daop 4 Semarang mengimbau pelanggan kereta api untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas menuju Stasiun Tawang dan Poncol imbas adanya demo di Semarang.
Imbauan itu menyusul adanya sejumlah kegiatan masyarakat di pusat Kota Semarang yang dapat memicu kemacetan dan rekayasa lalu lintas pada sejumlah ruas jalan strategis.
Kegiatan tersebut antara lain, aksi demo atau unjuk rasa di sekitar Kantor Pertamina Jalan Thamrin Semarang yang bisa memicu keterlambatan penumpang kereta api.
Ada pula, agenda doa bersama dan pagelaran wayang di kawasan Balai Kota Semarang yang memicu kepadatan lalu lintas.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan pelanggan perlu mengatur waktu keberangkatan menuju stasiun lebih awal agar tidak mengalami kendala di perjalanan.
“Kami mengimbau pelanggan kereta api yang akan berangkat dari Stasiun Tawang maupun Poncol. Agar memperhitungkan waktu tempuh menuju stasiun lebih awal dari biasanya. Adanya kegiatan masyarakat di sejumlah titik Kota Semarang berpotensi menimbulkan kepadatan maupun pengalihan arus lalu lintas. Yang dapat berdampak pada waktu perjalanan menuju stasiun,” ujar Luqman.
Menurutnya, keterlambatan menuju stasiun akibat kemacetan jadi faktor pelanggan kehilangan kesempatan naik kereta karena proses boarding telah di tutup.
BACA JUGA: Setiap Hari Susuri Rel, 118 Petugas KAI Daop 4 Semarang Pastikan Jalur Kereta Aman
Untuk menghindari hal tersebut, KAI menyarankan pelanggan tiba di stasiun setidaknya 30 hingga 60 menit sebelum jadwal keberangkatan kereta api. Terutama bagi mereka yang melintas melalui kawasan pusat kota yang berpotensi terdampak kepadatan kendaraan.
Selain itu, pelanggan juga di sarankan memanfaatkan aplikasi navigasi digital guna memantau kondisi lalu lintas secara langsung dan mencari jalur alternatif apabila terjadi pengalihan arus kendaraan.
“Kami berharap pelanggan dapat mengantisipasi perjalanan dengan baik sehingga proses keberangkatan tetap nyaman, aman, dan tidak terburu-buru. Jangan sampai keterlambatan di perjalanan menuju stasiun menyebabkan pelanggan tertinggal kereta api,” katanya.





