Menurutnya, pencapaian tersebut membuktikan bahwa pelajar Kota Semarang mampu bersaing di tingkat Internasional jika memperoleh ruang untuk berkembang.
“Prestasi itu menjadi bukti bahwa anak-anak Semarang memiliki potensi luar biasa. Tugas kita adalah menciptakan lingkungan belajar yang mendorong lahirnya lebih banyak talenta sains,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Semarang menyebut SiNARAN 2026 mengusung tema penguatan kemampuan critical thinking bagi peserta didik SD/MI dan SMP/MTs sederajat.
Kompetisi ini menjadi salah satu upaya menjaring bibit unggul di bidang sains sekaligus meningkatkan minat riset di kalangan pelajar.
Dari babak penyisihan tersebut akan dipilih 60 finalis, terdiri atas 30 siswa jenjang SD dan 30 siswa jenjang SMP. Mereka akan kembali bersaing pada babak final yang rencananya berlangsung pada 13 Agustus 2026.
Agustina berharap SiNARAN dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan melahirkan lebih banyak generasi muda berprestasi.
“Semoga dari ruangan ini lahir generasi yang membawa Kota Semarang semakin cerdas, semakin inovatif, dan semakin hebat,” pungkasnya.(*)





