Jateng

Wali Kota Agustina Ingin Posyandu Jadi Garda Terdepan Layanan Warga, Enam Layanan Dasar Jadi Fokus Semarang

×

Wali Kota Agustina Ingin Posyandu Jadi Garda Terdepan Layanan Warga, Enam Layanan Dasar Jadi Fokus Semarang

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Agustina Ingin Posyandu Jadi Garda Terdepan Layanan Warga, Enam Layanan Dasar Jadi Fokus Semarang
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng melaunching 6 Posyandu SPM di Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Posyandu di Kota Semarang akan mendapat peran lebih luas. Tak hanya melayani penimbangan balita dan pemeriksaan ibu hamil, kader juga harus ikut mendeteksi anak tidak sekolah, keluarga miskin, rumah tidak layak huni, hingga warga yang belum mendapatkan akses air bersih.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti ingin Posyandu menjadi garda terdepan pelayanan dasar masyarakat. Hal itu ia sampaikan saat meluncurkan Posyandu Model 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Aula Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Rabu (4/11/2026).

Melalui transformasi tersebut, Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada bidang kesehatan. Kader harapannya mampu mengenali berbagai persoalan yang keluarga hadapi di lingkungan masing-masing, lalu menghubungkannya dengan layanan pemerintah yang sesuai.

BACA JUGA: Catatan Dinas Kesehatan Semarang Soal Dua Atlet Porprov Meninggal, Minta MCU Atlet Tak Asal Formalitas 

Agustina menilai kekuatan Posyandu justru terletak pada kepedulian masyarakat. Selama ini, para kader bekerja mendekatkan pelayanan kepada warga, bahkan banyak yang menjalankan tugas secara sukarela.

Ia menceritakan pengalaman ketika sejumlah peneliti dari Prancis mengamati kehidupan warga di beberapa kampung di Semarang. Mereka tertarik melihat aktivitas perempuan yang rutin memeriksa kesehatan, menimbang bayi, dan mendampingi ibu hamil tanpa mengharapkan bayaran.

“Mereka mendapati ada aktivis perempuan. Mengapa disebut aktivis? Karena tidak berbayar, tidak bergaji. Mereka melakukan cek kesehatan, menimbang bayi, mendampingi ibu hamil. Saya bilang, itu Posyandu,” tutur Agustina.

Menurutnya, kegiatan yang dianggap biasa oleh masyarakat Indonesia tersebut justru menunjukkan kuatnya kepedulian sosial. Semangat gotong royong inilah yang harus dijaga ketika Posyandu memperluas cakupan pelayanannya.

“Posyandu itu tidak pemerintah bentuk. Posyandu tumbuh sendiri dari masyarakat dan mendekatkan pelayanannya. Ini merupakan salah satu wujud pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Enam Bidang Pelayanan, Persoalan Warga Harus Lebih Cepat Terdeteksi

Transformasi Posyandu Model 6 SPM mencakup enam bidang pelayanan dasar. Bidang tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, hingga sosial.