Agustina kemudian memberikan tugas berbeda kepada Kepala BKPP yang baru. Wali Kota meminta Yudi Hardianto Wibowo memperkuat manajemen talenta ASN agar penempatan pegawai tidak hanya berdasarkan gelar atau jabatan sebelumnya.
Menurut dia, rekam jejak ASN harus menjadi bagian dari pertimbangan. Pengalaman, kompetensi, potensi, serta kebutuhan organisasi perlu diselaraskan sebelum seseorang ditempatkan pada posisi tertentu.
“Manajemen talenta harus semakin kuat untuk mengeksplor the right person on the right place. Bukan the right title on the right place,” tegasnya.
Ia menekankan, ribuan ASN di Pemkot Semarang memiliki kemampuan dan pengalaman yang berbeda. Karena itu, pemerintah perlu menempatkan pegawai sesuai kompetensi sekaligus kebutuhan organisasi.
Agustina juga meminta BKPP membangun rasa bangga sebagai ASN Kota Semarang. Menurutnya, peningkatan kompetensi tidak cukup jika tidak dibarengi sistem yang mampu membuat pegawai merasa memiliki tanggung jawab terhadap pemerintahan.
Selain urusan penempatan ASN, Agustina meminta seluruh kepala OPD bertanggung jawab terhadap perilaku jajaran di bawahnya.
Hal itu berkaitan dengan munculnya berbagai informasi yang beredar di luar pemerintahan. Agustina menyinggung kemungkinan adanya disinformasi yang bersumber dari internal Pemkot Semarang.
Ia juga meminta ASN yang baru dimutasi tidak terus membawa perbandingan dengan tempat kerja sebelumnya. Kepala OPD ia minta membantu pegawai beradaptasi dengan tugas baru.
“Kalau ada teman-teman yang baru masuk, tolong di panggil. Arahkan untuk berkonsentrasi memaksimalkan kapasitas dan energi yang mereka miliki untuk tugas yang baru,” katanya.
Agustina mengingatkan, kebiasaan membandingkan kondisi OPD saat ini dengan tempat kerja sebelumnya dapat menciptakan suasana negatif.
Menurutnya, masukan tetap penting. Namun, penyampaiannya harus berjalan dengan cara yang membangun agar tidak membuat pegawai baru merasa di rendahkan.
Kepala OPD Harus Cepat Mengambil Keputusan
Di sisi lain, Agustina meminta seluruh OPD mempercepat proses pengambilan keputusan. Ia menilai perkembangan teknologi membuat koordinasi pemerintahan tidak harus selalu menunggu pertemuan tatap muka.





