“Era kita adalah era kita harus speed, mempercepat. Tidak hanya layanan, tetapi juga proses pengambilan keputusan,” ujarnya.
Ia meminta pejabat memanfaatkan telepon, rapat daring, maupun Zoom untuk menyelesaikan persoalan yang membutuhkan koordinasi cepat.
Menurutnya, perbedaan pendapat tetap dapat di selaraskan tanpa harus selalu menunggu pertemuan langsung.
“Kalau tidak bisa ketemu, telepon. Kalau harus official, Zoom meeting. Itu sah. Tapi kita harus berlari cepat,” kata Agustina.
Agustina juga membuka kemungkinan penguatan tenaga ahli di sejumlah bidang apabila OPD mengalami keterbatasan sumber daya manusia.
Salah satu yang ia sorot adalah kebutuhan tenaga ahli hukum. Jika penambahan ASN sulit terlaksana, Pemkot Semarang dapat mempertimbangkan tenaga profesional dari luar untuk memperkuat fungsi hukum pemerintah.
Ia mencontohkan persoalan sengketa tanah masyarakat yang membutuhkan pendampingan hukum pemerintah.
Dengan dukungan tenaga ahli, beban kerja aparatur dapat terbagi sehingga fungsi hukum pemerintahan tetap berjalan optimal.
Agustina berharap rotasi dua kepala OPD tersebut mampu memperkuat pelayanan sekaligus mempercepat kerja birokrasi.
Ia meminta Joko Hartono dan Yudi Hardianto Wibowo segera beradaptasi dengan tugas baru dan menjalankan tanggung jawab sesuai arah pembangunan Kota Semarang.
“Selamat kepada Kepala BKPP dan Kepala Dukcapil. Saya berharap tugas baru ini bisa berjalan dengan baik dan membawa pemerintahan Kota Semarang bergerak semakin cepat,” pungkasnya. (*)





