Pemkot Semarang, lanjut Agustina, akan terus membangun kolaborasi dengan tokoh agama dan berbagai komunitas keagamaan. Dengan begitu, toleransi dapat tumbuh sebagai kebiasaan masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Generasi Muda Harus Teruskan Semangat Pengabdian
Selain mengajak masyarakat menjaga kerukunan, Agustina juga menitipkan pesan kepada generasi muda agar tidak melupakan sejarah berdirinya Sangha Theravada Indonesia.
Ia meminta anak-anak muda belajar dari keberanian lima bhikkhu yang memulai perjalanan organisasi tersebut pada 1976.
Menurutnya, semangat pengabdian harus diteruskan melalui pendidikan, kejujuran, kepedulian sosial, dan gotong royong.
Agustina menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak terbatas pada aktivitas di rumah ibadah. Nilai-nilai kebaikan juga harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi sesama.
“Jalan yang mulia tidak berhenti dalam vihara. Ia terlihat dalam kejujuran, kepedulian kepada sesama, kemauan gotong royong, dan itulah sumbangsih yang sangat nyata bagi kota dan bagi bangsa,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Agustina menyampaikan selamat atas 50 tahun perjalanan Sangha Theravada Indonesia. Ia berharap organisasi tersebut terus berkontribusi dalam membimbing umat dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Semoga terus menginspirasi bagi seluruh warga Kota Semarang, Jawa Tengah, dan Indonesia, serta memimpin umat dan memberi manfaat bagi bangsa,” pungkasnya. (*)





