SALATIGA, beritajateng.tv – Situasi kawasan Lapangan Pancasila Kota Salatiga yang awalnya kondusif berubah sebaliknya, saat aksi solidaritas digelar ratusan mahasiswa.
Adapun aksi ini berubah usai ratusan driver ojol menggelar doa bersama untuk mendiang Affan Kurniawan.
Aparat kepolisian setempat menduga, aksi solidaritas yang digelar oleh elemen mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Kota Salatiga tersebut telah disusupi oleh kelompok anarko.
Sehingga aksi yang awalnya berlangsung dengan tertib dan damai berujung pada tindakan yang menjurus anarkis. Akibatnya seorang anggota Polres Salatiga mengalami luka-luka akibat lemparan batu.
Sebelumnya, aksi solidaritas mahasiswa yang dilakukan setelah komunitas driver ojol menggelar doa bersama untuk Affan Kurniawan tersebut berjalan dengan tertib dan damai, Jumat, 29 Agustus 2025 malam.
BACA JUGA: Affan Kurniawan Tewas, Ratusan Driver Ojol Salatiga Gelar Doa Bersama
Namun suasana berubah ketika muncul sekelompok massa yang diduga anarko menyusup ke tengah-tengah mahasiswa. Mereka kemudian mulai melakukan berbagai tindakan provokatif, hingga membuat situasi memanas.
Melihat perkembangan situasi yang mulai memanas dan semakin tidak kondusif tersebut, mahasiswa yang sejak awal melaksanakan aksi dengan tertib memilih menarik diri dan kembali ke kampus masing-masing.
Tetapi ratusan massa masih bertahan di sekitar Mapolres Salatiga dengan masih melakukan aksi-aksi provokatifnya. Massa kemudian terkonsentrasi di pintu samping Mapolres Salatiga dan merobohkan pagar.
Bahkan sebagian dari massa ini juga semakin agresif dengan melakukan aksi pelemparan batu serta sejumlah benda keras lainnya. Mereka lakukan itu ke arah petugas kepolisian yang juga terdukung anggota TNI Kodim 0714/Salatiga.
Aksi pelemparan batu tersebut berlangsung cukup lama dan anggota Polres Salatiga tetap menahan diri dengan berlindung di balik tameng serta tidak melakukan upaya-upaya represif terhadap massa tersebut.
Upaya persuasif telah terlaksana agar ratusan massa tidak melakukan tindakan yang anarkis dan bisa menyampaikan aspirasinya dengan cara-cara yang lebih santun dan konstitusional.
Tetapi massa tidak menghiraukan dan justru semakin bertambah beringas. Sehingga untuk mengendalikan situasi ini, aparat Polres Salatiga terpaksa membubarkan massa dengan tindakan tegas dan terukur.
BACA JUGA: Polda Jateng Yakin Pelajar Lakukan Tindakan Anarkis saat Demo: Karena Badannya Kecil-kecil
Tindakan tegas terukur dengan menembakkan gas air mata untuk mengurai massa. Upaya ini membuat ratusan massa yang masih melakukan tindakan anarkis menjadi tercerai-berai.
Kapolres Salatiga, AKBP Veronica menyampaikan, Polri selalu mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam mengawal aksi masyarakat. Termasuk pada aksi massa kali ini.
“Kami sangat menghormati hak menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, apabila aksi berubah menjadi anarkis dan membahayakan keselamatan, maka Polri wajib mengambil langkah tegas terukur,” tegasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





