HeadlinePeristiwa

Aksi Demo Pecah, Pelajar dan Mahasiswa Lempar Batu Hingga Tombak Ke Polisi

×

Aksi Demo Pecah, Pelajar dan Mahasiswa Lempar Batu Hingga Tombak Ke Polisi

Sebarkan artikel ini
Siswa Demonstrasi | Demo Ricuh Semarang | Pelajar Demonstrasi Aksi Demo Pecah, Pelajar dan Mahasiswa Lempar Batu Hingga Tombak Ke Polisi
Mahasiswa dan pelajar di pukul mundur polisi dengan tembakan gas air mata dan water canon. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Aksi demo yang berlangsung di Balaikota Semarang mulai pecah pada pukul 18.00 WIB, setelah para provokator yang merupakan pelajar STM berdatangan.

Sejumlah pelajar itupun turun melakukan aksi demo membantu para mahasiswa berbagai kampus meminta Presiden Joko Widodo mundur dari kursi Presiden.

Massa semakin panas saat terlibat aksi dorong dan pelemparan batu, kayu hingga tombak ke petugas kepolisian. Mereka semakin anarkis setelah merusak fasum berupa pot keramik untuk dilemparkan ke polisi.

BACA JUGA: Sebut Jokowi Terlalu Nafsu Kuasa, Mahasiswa Semarang Ancam Boikot Pilkada 2024

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar menyayangkan, aksi demonstrasi ini melibatkan siswa-siswi dari SMK. Mereka datang sekira pukul 18.00 WIB. Mereka datang dan melakukan pelemparan.

“Kami sayangkan mengapa adik-adik mahasiswa melibatkan siswa-siswi dari STM. Yang mereka provokasi, datangnya kurang lebih 18.00 WIB setelah magrib. Adik-adik STM datang, entah dari mana melakukan pelemparan,” paparnya.

Irwan mengatakan, petugas masih melakukan inventarisir berapa massa yang diamankan dan berapa korban akibat aksi pelemparan yang dilakukan saat demonstrasi.

Wakasat Intel Polrestabes Semarang Kena Tombak

“Tadi teman-teman menyaksikan bagaimana adik-adik kita melakukan pelemparan batu, paving, kayu. Ada beberapa korban. Bahkan, Wakasat Intel Polrestabes terkena tombak pipi kanan. Kami masih inventarisir apakah ada korban lain selain wakasatintel baik petugas maupun mahasiswa. Mudah-mudahan tidak ada korban lagi,” terang Irwan.

Pihaknya melibatkan 1.541 personil. Polrestabes di perbantukan polres-polres di sekitar Kota Semarang dan Polda Jateng.

Petugas berupaya melakukan pembubaran massa, antara lain dengan cara penyemprotan water canon dan penembakan gas air mata.

Ada sejumlah korban imbas dari aksi unjuk rasa kali ini. Ambulans pun di siagakan di lokasi.

“Korban luka masih didata. Anggota masih menyisir. Ada tahapan dilakukan kepolisian, disampaikan, diingatkan, diabaikan, ada tahapan-tahap. Teman-teman bisa menyaksikan bagaimana pengamanannya,” paparnya.

Massa berangsur bubar dari area balaikota sekira pukul 19.00 WIB. Irwan mengatakan, akan berkomunikasi dengan Polda Jateng terkait kemungkinan mempetimbangkan pemberian pengamanan untuk aksi unjuk rasa beberapa waktu ke depan.

Hal itu mendasari peristiwa yang terjadi pada aksi unjuk rasa kali ini.  “Mendasari peristiwa dan kejadian malam ini, kami akan mempertimbangkan memberikan pengamanan unjuk rasa beberapa waktu ke depan,” terangnya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp