Pendidikan

Anak-Anak Bisa Menjadi Pelaku Bullying, Ternyata Ini Faktor Utamanya, Orang Tua Harus Perhatikan!

×

Anak-Anak Bisa Menjadi Pelaku Bullying, Ternyata Ini Faktor Utamanya, Orang Tua Harus Perhatikan!

Sebarkan artikel ini
bullying anak
Ilustrasi pelaku bullying pada anak. (Foto: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Seorang siswa SMP di Temanggung harus menghadapi masalah hukum setelah ia nekat membakar gedung sekolahnya akibat menjadi korban bullying anak.

Bullying yang terjadi di lingkungan sekolah khususnya pada anak di bawah umur ternyata bukan satu dua kali terjadi. Selain korban, pelaku bullying juga perlu mendapatkan perhatian khusus. Mengapa anak bisa menjadi pelaku bullying?

“Yang perlu dilihat, anak itu belajar dari lingkungan terdekat, kalau orang dewasa di sekitarnya juga melakukan hal yang mengarah ke sana. Kemudian anak juga merasa punya hal-hal yang menguatkan dia seperti kemampuan finansial, fisik, dan sebagainya yang membuat anak menjadi superior dan merasa hebat,” kata psikolog anak, Diyah Puspitaningrum, kepada beritajateng.tv, Kamis 6 Juli 2023.

BACA JUGA: Viral Anak SMP Bakar Sekolah Sendiri Lantaran Dibully, Begini Kata Psikolog

Umumnya, perilaku bullying muncul akibat pola asuh yang salah dari keluarga, yang nantinya mengakibatkan anak mampu bertindak sesuka hatinya. Hal itulah yang kemudian mendorong anak menjadi pelaku bullying di kemudian hari.

“Tetap dari keluarga, meskipun pengaruh teman-temannya juga begitu kuat. Tapi hal tersebut jika tidak ada di dalam value keluarganya, anak tidak akan melakukan hal tersebut,” lanjutnya.

Bukan hanya bullying fisik, ia juga menyayangkan maraknya bullying verbal yang terjadi pada anak-anak. Menurutnya, hal tersebut dapat terjadi karena sang anak juga mengalami kejadian serupa di lingkungan keluarga.

“Komentar orang tua terhadap anak itu juga anak pelajari, semakin sering anak mendapat komentar negatif dari orang tua, anak akan belajar juga memberi komentar negatif kepada orang lain,” jelasnya.

Cegah Anak Jadi Pelaku Bullying dengan Pola Asuh yang Benar

Untuk mencegah bullying pada anak, Diyah menyarankan agar orang tua memperbaiki pola asuh dan komunikasi antara orang tua dan anak. Memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak merupakan langkah dalam mencegah anak menjadi pelaku bullying.

Selain itu, ia juga menyarankan agar orang tua mengajarkan anak untuk menerima kekecewaan. Hal tersebut bisa berawal dari memberi batasan atau aturan sehingga anak tidak berlaku tanpa pengawasan.

BACA JUGA: Polisi Periksa Kondisi Kejiwaan Siswa yang Bakar Sekolahnya

“Pengasuhan itu, pertama, cintai anak tanpa syarat. Kedua, kebahagiaan itu beda dengan kesenangan. Kebahagian itu termasuk ketika anak mampu menerima kekecewaan dan mengatasi hal-hal yang tidak cukup nyaman untuk dia terima. Itu akan menjadi memorinya untuk mengatasi kekecewaan yang lainnya, sehingga anak tidak menuntut orang untuk melakukan hal yang sempurna,” jelasnya.

“Ketika kita mencintai anak, itu beda dengan selalu memberikan yang semua anak minta, jadi ada batasan-batasan dan saling menghargai di rumah, jadi anak akan belajar menghargai orang lain ketika di sekolah,” lanjutnya. (*)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp