Jateng

Animo Warga Tinggi, Sejumlah Komoditas di Gerakan Pangan Murah Kabupaten Semarang Cepat Ludes

×

Animo Warga Tinggi, Sejumlah Komoditas di Gerakan Pangan Murah Kabupaten Semarang Cepat Ludes

Sebarkan artikel ini
Gerakan Pangan Murah Serentak
Warga mengantre Gerakan Pangan Murah Serentak di halaman kantor Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang, Rabu, 19 Maret 2025. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Gerakan Pangan Murah Serentak (GPMS) yang digelar Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang diserbu warga.

Mereka memanfaatkan bazar bahan pangan murah ini untuk membeli sejumlah komoditas pokok bagi kebutuhan perayaan Idul Fitri 2025 nanti.

Setidaknya ada enam komoditas kebutuhan pokok, yang saat ini harganya telah melonjak di pasaran, bisa warga beli di bawah harga pasar.

Komoditas itu antara lain cabai, bawang merah, minyak goreng, telur ayam, serta beras stabilitas pasokan harga pangan (SPHP) Bulog dan beras produksi gapoktan binaan dinas terkait.

BACA JUGA: Gerakan Pangan Murah Serentak di Kabupaten Semarang, Antrean Warga Mengular

Besarnya animo pada kegiatan ini membuat stok bahan pangan murah yang tersedia habis lebih cepat kendati berlaku pembatasan maksimal dua komoditas.

Sejumlah warga pun tak bisa membeli bahan kebutuhan yang mereka cari. Sebab, kebanyakan sudah ludes terjual dalam Gerakan Pangan Murah Serentak kali ini.

Kristina (67), salah satu warga, mengaku hanya kebagian produk makanan olahan dan beras SPHP dengan harga Rp57 ribu per 5 kilogram.

“Cuma dapat beras dan telur asin. Karena mau beli telur ayam dan minyak goreng sudah habis,” ungkapnya, Kamis, 20 Maret 2025.

BACA JUGA: Harga Bahan Pokok Melambung, Sumanto Minta Pemerintah Jamin Stok Cukup

Pasalnya, jelas Kristina, setibanya di lokasi antrean telah begitu panjang dan saat gilirannya tiba, beberapa komoditas yang hendak ia beli stoknya sudah habis.

“Tapi lumayan masih kebagian beras untuk kebutuhan lebaran dua sak atau 10 kilogram,” jelas warga Genuk, Ungaran Barat ini.

Demikian pula bagi Nur (57), warga Sidomulyo. Ia hanya bisa membeli beras untuk persiapan Lebaran nanti. Sayangnya, telur ayam yang hendak ia beli pun sudah habis, sehingga dirinya hanya beroleh beras seharga Rp57 ribu per 5 kilogram.

“Lumayan, harganya terpaut Rp10 ribu dengan harga di pasar,” ucapnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp