SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang menggelar Gerakan Pangan Murah Serentak (GPMS) untuk warga Ungaran dan sekitarnya.
Hari ini, antrean warga yang hendak membeli kebutuhan pokok dengan harga murah terlihat memanjang di halaman kantor Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang.
Kegiatan ini berlangsung guna menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pangan sekaligus mengendalikan inflasi menjelang Idul Fitri 2025.
Kepala Dispertanikap Kabupaten Semarang, Moh. Edy Sukarno, mengatakan GPMS ini berlangsung di seluruh Jawa Tengah. Agenda ini bertujuan mengendalikan harga komoditas pokok masyarakat.
BACA JUGA: Harga Cabai Rawit Merah Melonjak di Pasaran, Tembus Hingga 80 ribu per Kg
Pada saat-saat tertentu, terutama menjelang Lebaran seperti sekarang ini, harga kebutuhan pokok cenderung mengalami kenaikan.
Kebutuhan pokok tersebut antara lain beras, cabai, minyak goreng, telur ayam, serta bawang merah. Sebagian besar komoditas itu kini terpantau telah mengalami kenaikan harga di tengah masyarakat.
“Makanya dalam kegiatan gerakan pangan murah ini berbagai komoditas itu jualnya di bawah harga pasar,” jelasnya, Kamis, 20 Maret 2025.
Edy pun menyampaikan bahwa kegiatan GPMS ini memang terbatas, yakni hanya untuk maksimal 500 orang.
BACA JUGA: Harga Bahan Pokok Melambung, Sumanto Minta Pemerintah Jamin Stok Cukup
Satu orang hanya boleh membeli maksimal dua komoditas dengan membawa fotokopi KTP sebagai syarat penukaran kupon pembelian.
Lantaran GPMS hanya berlangsung hari ini, animo masyarakat pun cukup besar. Kebutuhan pokok yang terbanderol murah ini ludes hanya dalam beberapa jam setelah buka.
“Alhamdulillah, semoga sasaran kegiatan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok menjelang Lebaran ini bisa tercapai,” imbuh Edy. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





