Jateng

Antisipasi Kecelakaan Saat Mudik, Organda Semarang Minta Ramp Check Bus dan Sopir Bebas Obat Terlarang

×

Antisipasi Kecelakaan Saat Mudik, Organda Semarang Minta Ramp Check Bus dan Sopir Bebas Obat Terlarang

Sebarkan artikel ini
ASN Transportasi Umum | Ketua Organda Kota Semarang, Bambang Pranoto Purnomo
Ketua Organda Kota Semarang, Bambang Pranoto Purnomo (kiri), dan Sekretaris Organda Kota Semarang, Suyatmin (kanan), saat ditemui di kawasan BSB City Ngaliyan, Senin, 9 Maret 2026 malam. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Menjelang arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri 2026, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kota Semarang mengingatkan para pengusaha angkutan untuk meningkatkan standar keselamatan transportasi. Hal ini menyusul tingginya risiko kecelakaan transportasi umum, khususnya bus, saat periode mudik.

Ketua Organda Kota Semarang, Bambang Pranoto Purnomo, mengatakan pihaknya telah mengikuti roadmap atau agenda persiapan mudik Lebaran yang Satlantas Polrestabes Semarang gelar bersama sejumlah pemangku kepentingan.

“Jangan sampai ada peristiwa kecelakaan yang terulang. Karena itu, harus ada pengecekan kendaraan dengan baik dan pengemudi juga harus benar-benar menguasai medan serta kendaraannya,” ujar Bambang saat beritajateng.tv temui di kawasan BSB City Ngaliyan pada Senin, 9 Maret 2026 malam.

Ia menegaskan, keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama seluruh operator transportasi, terutama ketika volume perjalanan meningkat tajam selama musim mudik.

BACA JUGA: Jelang Mudik Lebaran 2026, Apakah Stok BBM dan LPG Aman? Ini Kata Pertamina

Sementara itu, Sekretaris Organda Kota Semarang, Suyatmin, meminta para pengusaha angkutan barang maupun penumpang memastikan seluruh armada telah melalui pemeriksaan menyeluruh sebelum beroperasi melayani pemudik.

“Armada harus benar-benar dicek, termasuk melalui ramp check untuk memastikan kelayakan kendaraan,” katanya.

Selain kondisi kendaraan, Organda juga menyoroti pentingnya pemeriksaan kesehatan pengemudi. Menurutnya, sopir harus dalam kondisi fisik dan mental yang prima agar perjalanan mudik dapat berlangsung aman.

“Setelah armada terpastikan layak jalan, pengemudi juga harus dalam kondisi sehat, baik fisik maupun mental. Jangan sampai karena kelelahan atau alasan lain, pengemudi justru menggunakan obat-obatan terlarang yang sifatnya memacu stamina,” jelasnya.

Di sisi lain, Organda Kota Semarang menyambut baik adanya program mudik gratis yang pemerintah selenggarakan untuk membantu masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran.

Namun, pihaknya juga menilai program tersebut berpotensi memengaruhi pendapatan pengusaha bus jika tidak melibatkan armada yang selama ini beroperasi secara reguler.

“Program ini tentu menunjukkan kepedulian pemerintah, tetapi secara tidak langsung juga bisa mengurangi pendapatan pengusaha angkutan penumpang. Padahal mereka melayani masyarakat setiap hari, dan momentum Lebaran biasanya menjadi masa panen bagi usaha transportasi,” ungkap Suyatmin.

Menanggapi hal itu, Bambang berharap program mudik gratis yang pemerintah gelar, baik melalui BUMN maupun Polri, dapat memanfaatkan armada bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) yang sudah beroperasi.

BACA JUGA: Penting! 5 Hal yang Perlu Kamu Perhatikan Supaya Mudik Tahun Ini Lancar

Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha transportasi. Sekaligus tetap mendukung program pemerintah dalam memberikan fasilitas mudik yang aman bagi masyarakat.

“Harapan kami, BUMN maupun Polri yang menyelenggarakan mudik gratis bisa menggunakan bus AKAP atau AKDP yang sudah berjalan. Sehingga tidak mengurangi pendapatan para pengusaha yang setiap tahun mengandalkan momen mudik sebagai masa panen,” pungkas Bambang. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp