Jateng

Apakah Program Barak Militer Bisa Tekan Kenakalan Remaja? Begini Penjelasan Psikologisnya

×

Apakah Program Barak Militer Bisa Tekan Kenakalan Remaja? Begini Penjelasan Psikologisnya

Sebarkan artikel ini
dosen psikologi unnes // barak militer
Dosen Psikologi UNNES, Nuke Martiarini, S.Psi., M.A. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Dosen yang baru menyelesailan disertasi di New Zealand ini menegaskan bahwa kolaborasi antar unsur lingkungan remaja menjadi faktor penentu keberhasilan program. Dalam hal ini, sekolah juga memegang peran sentral dalam mengawasi dan membina anak-anak di usia rentan.

“Kalau untuk jangka panjang akan lebih efektif kalau bekerja sama dengan orang tua, tokoh masyarakat, dan pihak sekolah. Karena sekolah ini juga menjadi kunci,” jelas Nuke.

Kebijakan represif seperti jam malam dan program barak militer menjadi solusi darurat dalam menanggulangi masalah kenakalan remaja. Namun, hal tersebut di nilai sementara karena untuk membentuk karakter anak perlu dukungan pendekatan edukatif dan perubahan dalam pola pengasuhan di rumah.

BACA JUGA: Walikota Agustina Pertimbangkan Kirim Kreak-kreak Semarang ke Barak Militer

Sebelumnya, Nuke telah menjelaskan bahwa kenakalan remaja dapat terjadi karena anak tidak mendapat pendampingan cenderung mengalami kekacauan emosi. Dalam dunia psikologi, fase remaja sebagai masa masa badai emosi dan pencarian jati diri.

Saat remaja tidak menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan besar dalam diri mereka, akhirnya melampiaskan kekesalan dengan menyalahkan pihak lain, bahkan melakukan tindakan kekerasan. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp