BACA JUGA: Raup Cuan Jutaan Rupiah dari Hunting Foto Orang Olahraga
“Kqlau dolar tidak bisa dikendalikan, sedangkan industri pinjamannya banyak pakai dolar, bisa-bisa kita tutup dan stop produksi. Ini sangat merugikan bukan hanya untuk investor itu sendiri tetapi juga untuk para karyawan dan juga untuk negara sendiri,” tegasnya.
Oleh karenanya, ia mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan diversifikasi mata uang. Misalnya melalui kerja sama BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan South Africa) sehingga dapat mengurangi dominasi dolar.
“Dalam perjuangan kita untuk menjaga stabilitas perdagangan dan usaha kita, alangkah baiknya kita berpikir untuk tidak menjadikan dolar satu-satunya patokan,” pungkas Frans. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





