SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mencoba memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD), dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang pemerintah miliki.
Salah satunya adalah dengan melantik Arnaz Agung Andrarasmara menjadi Direktur Utama (Dirut) Bhumi Pandanaran Sejahtera (BPS) kota Semarang, Senin, 14 September 2026.
Berdasarkan informasi, Bhumi Pandanaran Sejahtera (BPS) Semarang punya beberapa lini bisnis. Di antaranya rumah pemotongan hewan, infrastruktur dan telekomunikasi, jasa percetakan, serta perdagangan umum dan penyediaan berbagai komoditas seperti komputer dan mebel.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan keberadaan direktur baru harus membawa perubahan nyata bagi BPS.
Agustin berharap BPS mampu memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap PAD.
“Dengan adanya direktur baru ini, harapannya bisa lebih berguna dan bermanfaat bagi masyarakat Kota Semarang. Termasuk dari sisi pendapatan,” kata Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, seusai pelantikan, Senin.
Agustina menerangkan, potensi yang ada di BPS perlu dimaksimalkan oleh direktur yang baru. Menurut dia, Arnaz dipilih karena punya perencanaan bisnis yang sangat bagus.
“Tapi dipilihnya Direktur yang baru ini karena berhasil membangun upaya perencanaan supaya ini menjadi bisnis yang bagus,” tambah dia.
Terpisah, Arnaz Agung Andrarasmara, Dirut baru BPS Semarang menjelaskan langkah pertamanya adalah mempelajari potensi yang ada di BPS serta Melaku investigasi untuk mengembangkan BPS.
BACA JUGA: Daftar 25 Nama Lolos Seleksi Administrasi Calon Direksi BUMD Kota Semarang 2025
Salah satunya adalah melakukan komunikasi dengan berbagai pihak termasuk internal perusahaan
“Artinya apa, harus ada pengelolaan yang baik, untuk membantu pendapatan asli daerah,” katanya.
Arnaz menjelaskan sebagai BUMD, selain melayani masyarakat, juga punya tugas untuk mengembangkan sisi bisnis, termasuk dari sisi aset milik Pemkot yang tidak produktif yang menjadi lini bisnis dari BPS.
“Potensinya sangat luar biasa. Tinggal bagaimana kita mengelolanya secara profesional. Niatnya adalah bagaimana bisnis ini bisa memberikan kontribusi buat pendapatan asli daerah. Yang kedua juga bisa bermanfaat masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang, Ali Umar Dhani mengatakan dengan adanya direktur baru di BPS, harus melakukan inovasi agar BUMD milik Pemkot ini tidak lagi merugi.
Dia menerangkan, lini bisnis yang dilakukan BPS, seperti rumah pemotongan hewan, percetakan, serta komunikasi yang harus dimanfaatkan karena punya potensi utilitas telekomunikasi terpadu.
“Harus bisa lebih baik, bukan malah menjadi beban bagi APBD dan bisa berkontribusi yang signifikan terhadap PAD Kota Semarang,” kata Ali. (*)





