Catatan Editor

Awalnya Bersenang-senang, TikTok beritajateng.tv Tembus 100K Followers!

×

Awalnya Bersenang-senang, TikTok beritajateng.tv Tembus 100K Followers!

Sebarkan artikel ini
Ricky Fitriyanto
Ricky Fitriyanto (Dokumen Pribadi)

Sejak awal beritajateng.tv punya konsep menjadi media online yang separuh kontennya berupa video. Alasannya, kami menilai belum ada media lokal (selain dari jaringan media besar) yang serius menggarap konten video. Alasan lainnya, masa sih begini-begini saja? Sudah cukup puas dengan tiap hari posting berita dan artikel di website?

Politisi senior PDIP Bambang Pacul pernah berkata “Make Yourself Different Even You’re Small”

Konsep ini juga menuntut teman-teman reporter untuk multi tasking. Jika pada zaman saya dulu wartawan cukup wawancara, transkrip, dan menulis berita, kini punya peran ganda menjadi videografer.

Lalu apa kuncinya bisa menggarap medsos dengan baik? Ya serahkan saja ke anak muda. Tim redaksi beritajateng.tv saat ini didominasi Gen Z. Ada Nina, lulusan Desain Grafis Unnes yang bertransformasi menjadi editor video sekaligus admin. Kini anggota tim bertambah dengan masuknya Arief, lulusan jurusan Film dan Televisi ISI Jogja yang jadi bagian pasukan editor video.

BACA JUGA: Profil Mbah Melan, Sosok Pensiunan Guru Matematika Viral asal Purworejo Beri Sesi Belajar Gratis di TikTok

Guna menguatkan liputan lifestyle, ada Fadia, anak Jogja lulusan UNS yang gemar nongkrong. Sementara untuk meramaikan Pilwalkot Semarang, ada Elly yang lama ngepos di Balaikota.

Tak ada ekspektasi berlebih saat dulu mulai menggarap konten video untuk medsos. Tak ada pula target harus tembus jumlah follower tertentu dan video-videonya musti viral. Semua kami pelajari secara otodidak. Rasanya kami juga tak pernah mempelajari secara khusus algoritma masing-masing medsos.

Dulu saya hanya memberi pesan agar konsisten berproduksi. Ada istilah content is a king. Dari awalnya iseng, kini rata-rata produksi bisa mencapai 12 video per hari.

Selain itu, meski kontennya serius, kemasannya harus ringan, jangan terlalu berat. Sebagian besar orang menikmati medsos untuk hiburan setelah lelah beraktivitas. Jika di medsos masih diberi konten yang berat, mereka bakal langsung skip video.

TikTok pengaruhi preferensi pemilih