Jika boleh bercerita, banyak lika-liku yang kami hadapi dalam perjalanan TikTok beritajateng.tv menuju 100K followers. Mungkin tak banyak yang tahu akun beritajateng.tv sempat beberapa kali kena blokir karena TikTok anggap melanggar panduan komunitas. Beruntung banding yang kami lakukan bisa diterima meski sempat vakum berproduksi sementara waktu.
Dinda, reporter politik beritajateng.tv juga kerap protes saat video kami dicomot akun lain. Saya hanya bilang soal comot-mencomot menjadi risiko karena belum ada aturan pasti di dunia maya. Daripada marah-marah, mendingan energinya untuk terus memproduksi konten. Pada akhirnya kami memilih memberi watermark pada video.
TikTok beritajateng.tv juga pernah menggunakan presenter Artificial Intellegence (AI) untuk membacakan narasi berita. Namun hasilnya terasa kurang natural. Gerakannya patah-patah.
Akhirnya kami menggunakan host betulan dengan menyelipkan nomor kontak bagi yang ingin memasang iklan. Hasilnya, banyak yang iseng DM, alih-alih mau pasang iklan, malah mengajak kenalan…
Meski sedikit berbangga, tentu kami tak lantas berpuas diri. Kami meyakini, jika konsisten, akan ada tambahan 100K lagi dan lagi. Hingga tulisan ini saya buat, jumlah followers naik menjadi 106.5K dengan 9,3 juta likes.
Saya pun langsung mengiyakan saat teman-teman redaksi menodong syukuran dengan makan All You Can Eat (AYCE). Sekedar merayakan capaian dari media lokal yang baru berusia 3 tahun ini (kami sering menyebutnya media UMKM). (*)
Ricky Fitriyanto
Pemimpin Redaksi beritajateng.tv


