“Kami sudah menginformasikan kepada anak-anak untuk membawa tas agar mereka bisa dengan mudah memindahkan makanan dari thinwall. Setelah selesai, wadahnya di kembalikan seperti biasa,” ujar Rini.
Perubahan lainnya terletak pada jadwal pembagian MBG. Jika pada hari biasa MBG dibagikan sekitar pukul 12.30 WIB saat jam istirahat, selama Ramadan makanan dibagikan pukul 14.00 WIB atau sekitar 30 menit sebelum jam pulang sekolah.
Hal ini untuk menghindari potensi godaan bagi siswa yang berpuasa jika makanan terbagikan lebih awal.
“Kami mengantisipasi agar makanan tidak dikonsumsi di sekolah, sehingga diberikan menjelang pulang. Kalau ada anak yang tidak puasa dan makan di sekolah, bisa saja itu menggoda teman lainnya. Jadi, kami upayakan pembagian mendekati jam pulang,” jelasnya.
BACA JUGA:l Sebulan MBG, Banyak Siswa SD di Semarang Masih Ogah Makan Sayur Jadi Tantangan Sekolah
Menurut Rini, program MBG memberikan manfaat besar bagi siswa, terutama dalam memastikan mereka mendapatkan asupan nutrisi yang cukup selama Ramadan.
Ia berharap program MBG dapat terus berlanjut karena dampaknya yang positif terhadap kesehatan dan perkembangan siswa.
“Sangat bermanfaat karena kan tidak semua anak bisa membeli jajanan yang lengkap dengan gizi seimbang. Dengan MBG, mereka mendapatkan satu paket makanan dengan kandungan protein hewani dari telur rebus dan susu,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila