Karena itu, MKI mendorong edukasi keselamatan kelistrikan terus di lakukan kepada masyarakat. Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai proses pemasangan listrik yang benar masih perlu ditingkatkan.
Soewondo menilai upaya peningkatan literasi ketenagalistrikan perlu terlaksana secara berkelanjutan. Mengingat listrik merupakan kebutuhan dasar yang digunakan hampir seluruh masyarakat.
“Kita harus terus mencerdaskan masyarakat soal listrik. Instalasi harus andal, aman bagi manusia dan makhluk hidup, serta ramah lingkungan sebagaimana amanat regulasi,” pungkasnya.
Selain menyasar masyarakat, MKI juga mengingatkan lembaga inspeksi teknik, lembaga sertifikasi, hingga kontraktor listrik untuk menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku.
“Kita ingin mengingatkan semua pihak. Yang menerbitkan SLO harus benar, kontraktor listrik yang memasang juga harus benar. Aturannya sudah jelas, tinggal jalankan dengan baik,” tandas Soewondo.
BACA JUGA: Mohammad Saleh: Ada 6,4 Juta Ton Sampah Jateng Bisa Jadi Sumber Listrik
FGD tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan sektor ketenagalistrikan, mulai dari Direktorat Teknik Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, PLN, akademisi, hingga pelaku usaha jasa penunjang ketenagalistrikan. (*)
Editor: Farah Nazila





