Jateng

Bank Jateng, Pemprov Jateng, dan BP Tapera Jalin Kolaborasi, Komitmen Pembiayaan Rumah Subsidi

×

Bank Jateng, Pemprov Jateng, dan BP Tapera Jalin Kolaborasi, Komitmen Pembiayaan Rumah Subsidi

Sebarkan artikel ini
Bank Jateng Perumahan
Kiri-kanan: Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, Dirjen Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian PKP Azis Andriansyah, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Deputi Bidang Statistik BPS Ateng Hartono, dan Dirut Bank Jateng Irianto Harko Saputro. (Foto: Dok. Bank Jateng)

Bank Jateng terus memperkuat tiga pilar utama dalam pelaksanaan Program KPR Sejahtera FLPP, yakni layanan proaktif dan responsif kepada MBR, kerja sama erat dengan pengembang dan pemda, serta konsistensi sebagai bank pelaksana yang tepercaya dan teruji dalam mendukung program perumahan nasional.

“Melalui langkah nyata ini, Bank Jateng berkomitmen tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga bagian dari solusi dalam menciptakan hunian layak, terjangkau, dan penuh harapan bagi seluruh masyarakat Jawa Tengah,” ungkap Irianto.

Senada, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyambut baik upaya pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

BACA JUGA: Bank Jateng dan BPR BKK Purwodadi Luncurkan Virtual Account untuk Digitalisasi Perbankan

Menurut Luthfi, hal tersebut linear dengan upaya Pemprov Jateng menyediakan perumahan bagi warganya, melalui program Satu KK Satu Rumah Layak Huni.

Luthfi menyebut Pemprov Jateng bekerja keras untuk menuntaskan pemenuhan kebutuhan rumah masyarakat miskin (backlog) sebanyak 310.855 unit.

“Maka, hari ini dengan bupati/wali kota kita melakukan rapat untuk memvalidkan data. Oleh karena itu, tidak hanya kewajiban pemerintah pusat, pemerintah provinsi, semua stakeholder kita libatkan. Baznas, CSR, dan pihak ketiga, semuanya bisa mengikis kebutuhan rumah yang bagian dari unsur miskin ekstrem di tempat kita,” urai Luthfi.

Ia menyebutkan, intervensi program penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) telah terlaksana dengan melibatkan pemerintah pusat dan provinsi/kabupaten/kota. Hal ini juga beroleh dukungan CSR swasta di Jateng pada 2022-2024 dengan jumlah total penanganan sebanyak 1.408.100 unit.

Program Penanganan Perumahan di Jawa Tengah

Sementara itu, pada 2025, Program Penanganan Perumahan di Jawa Tengah sebanyak 26.356 unit. Jumlah itu terdiri atas penanganan bersumber APBD Provinsi Jateng sebanyak 17.510 unit, meliputi Bankeu Pemdes sebanyak 17 ribu unit dan backlog sebanyak 510 unit.

Selain itu, bersumber pula dari APBD kabupaten/kota sebanyak 6.776 unit. Juga, keikutsertaan pihak swasta melalui CSR dari Rokok Nojorono, Astra, Bank Jateng, Djarum, Yayasan Buddha Tzuchi, dan Baznas Jateng sebanyak 2.070 unit.