SEMARANG, beritajateng.tv – Berkiprah puluhan tahun di dunia politik sebagai legislator di DPRD Provinsi Jawa Tengah dan Wakil Walikota Salatiga, nama Muhammad Haris kini maju sebagai calon anggota legislatif DPR RI dalam Pemilu 2024. Keputusannya untuk ‘naik kelas’ menuju Senayan bukan tanpa alasan. Muh. Haris, sapaan akrabnya, memutuskan maju sebagai caleg DPR RI lantaran ingin mengabdi pada masyarakat dalam lingkup yang lebih luas.
Sosok Wakil Walikota yang dikenal ramah oleh masyarakat Salatiga ini menuturkan, sejak ia menjabat mulai 2011 silam, masih banyak warga yang membutuhkan pertolongan di bidang pendidikan dan kesehatan.
“Waktu jadi Wakil Walikota, masih banyak orang yang membutuhkan pertolongan dan bantuan dari kita. Sebagai sumbangsih dalam sisa hidup, saya ingin membuat orang lain bahagia, bagi saya itu sesuatu banget. Ketika orang lain bahagia melalui bantuan kita, tentu kita bisa menjadi bahagia juga,” ujar Muh. Haris saat beritajateng.tv temui langsung di Kota Semarang, Selasa, 9 Januari 2024.
Sebelum menjadi seorang eksekutif, Muh. Haris pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah. Tak ayal, bidang perekonomian, utamanya pertanian, menjadi fokusnya selama 10 tahun berkarier di DPRD Provinsi. Kendati Jawa Tengah terus dielu-elukan sebagai lumbung pangan dengan hasil pertanian yang besar, Muh. Haris bercerita tak sedikit petani yang mengeluh dan tak makmur di wilayahnya.
“Kalau di pertanian itu selalu saja di saat musim panen harga rendah, sehingga biaya produksi pertanian sering kali tak ter-cover atau hasilnya tak cukup saat mereka panen,” ungkapnya.
Hingga kini, masalah di bidang pertanian masih kerap ia temui di Jawa Tengah. Petani yang belum sepenuhnya berdaulat dan sejahtera menjadi salah satu fokus yang ingin ia tuntaskan. Terlebih, profesi petani yang menurutnya begitu penting tak lagi menarik bagi anak muda, khususnya kalangan milenial dan Gen Z.
“Petani itu termasuk bagian dari masyarakat yang agak sulit mengakses modal. Mereka tahu ada bank, tetapi tidak tahu cara pinjamnya seperti apa. Pembaharuan alat pertanian dan akses pasar jadi yang paling penting di sini agar ketika panen tiba, mereka (petani) bisa mendapat harga yang kompetitif,” ujarnya.
BACA JUGA: Sindir Citra ‘Gemoy’ Prabowo Subianto, PKS: Ini Tentu Sesuatu yang Tidak Sehat
Muh. Haris maju DPR RI lewat Dapil I Jateng
Maju dari Dapil I Jateng yang meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, hingga Kabupaten Kendal, Muh. Haris melihat keempat wilayah itu begitu potensial untuk mendongkrak hasil tani Provinsi Jawa Tengah.
“Keempat wilayah itu punya potensi bagus untuk pertanian, tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan baik. Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal masih punya lahan cukup luas untuk pertanian, apakah itu jagung, brambang, tembakau, atau sayur mayur seperti di daerah Kopeng. Itu jadi hal yang menarik kalau kita bisa memberikan petani fasilitas,” tutur Muh. Haris.
Ia tak ingin profesi petani yang menjadi pendongkrak ekonomi Jawa Tengah terus berkutat dengan kemiskinan lantaran harga panen di pasar terlalu rendah. Jangan sampai, lanjut Muh. Haris, petani masih harus bergantung pada bantuan sosial yang pemerintah kucurkan. Pihaknya berkomitmen melakukan perubahan pada hidup petani untuk mencapai kesejahteraan dan penghidupan yang layak.
Caleg DPR RI asal PKS yang maju dengan nomor urut 1 itu juga ingin merangkul generasi muda untuk terjun di bidang pertanian. Tak lagi berkutat pada stigma ‘kuno’, Muh. Haris kukuh merombak pandangan anak muda terhadap pertanian. Alasannya, ia tak ingin bidang pertanian tergerus dan tertinggal begitu saja seiring zaman yang berkembang. Justru, ujar Muh. Haris, pihaknya ingin memajukan pertanian selaras dengan masifnya teknologi.
“Bidang pertanian harus kita tarik menjadi industri pertanian, sehingga kepemilikan lahan lebih luas lagi. Kita khawatir jika generasi muda berpikir bahwa lebih baik menjual lahannya untul kepentingan konsumtif ketimbang bertani. Jangan sampai hal itu terjadi,” jelasnya.
BACA JUGA: Yakin Suara Warga NU Terpecah Dua, Sekjen PKS: Tiga Perempat Dukung Anies-Muhaimin
Bawa toleransi yang kental dengan Kota Salatiga ke kancah nasional
Tak hanya merubah sistem pertanian, Muh. Haris yang bergelut di bidang eksekutif selama dua periode dengan menjadi Wakil Walikota Salatiga turut menyumbang berbagai prestasi untuk kota kaki gunung tersebut. Predikat sebagai 3 besar Kota Toleransi di Indonesia selama enam kali berturut-turut menjadi capaian bagi Muh. Haris selama menjabat.
Persoalan toleransi dan pentingnya kebersamaan turut menjadi isu penting yang ingin ia terapkan di kancah nasional. Terlebih, pihaknya menyadari penuh bahwa masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai ragam suku, ras, dan agama yang saling hidup berdampingan.
‘Rukun, damai, dan guyub’. Tiga kata itulah yang Muh. Haris lontarkan saat beroleh pertanyaan mengenai bagaimana ia menggambarkan Kota Salatiga.
“Tiga hal itu membuat Kota Salatiga dikenal. Kami ingin memperluas itu. Tidak hanya Salatiga, tetapi untuk Semarang Raya ini melalui otoritas yang saya miliki sebagai anggota DPR RI. Saya harap dengan tiga modal itu, kita bisa berkembang terus, situasi rukun, damai, guyub. Itu jadi bagian yang tidak dipisahkan dari kita sebagai bangsa,” tandas Muh. Haris. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





