“Petani itu termasuk bagian dari masyarakat yang agak sulit mengakses modal. Mereka tahu ada bank, tetapi tidak tahu cara pinjamnya seperti apa. Pembaharuan alat pertanian dan akses pasar jadi yang paling penting di sini agar ketika panen tiba, mereka (petani) bisa mendapat harga yang kompetitif,” ujarnya.
BACA JUGA: Sindir Citra ‘Gemoy’ Prabowo Subianto, PKS: Ini Tentu Sesuatu yang Tidak Sehat
Muh. Haris maju DPR RI lewat Dapil I Jateng
Maju dari Dapil I Jateng yang meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, hingga Kabupaten Kendal, Muh. Haris melihat keempat wilayah itu begitu potensial untuk mendongkrak hasil tani Provinsi Jawa Tengah.
“Keempat wilayah itu punya potensi bagus untuk pertanian, tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan baik. Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal masih punya lahan cukup luas untuk pertanian, apakah itu jagung, brambang, tembakau, atau sayur mayur seperti di daerah Kopeng. Itu jadi hal yang menarik kalau kita bisa memberikan petani fasilitas,” tutur Muh. Haris.
Ia tak ingin profesi petani yang menjadi pendongkrak ekonomi Jawa Tengah terus berkutat dengan kemiskinan lantaran harga panen di pasar terlalu rendah. Jangan sampai, lanjut Muh. Haris, petani masih harus bergantung pada bantuan sosial yang pemerintah kucurkan. Pihaknya berkomitmen melakukan perubahan pada hidup petani untuk mencapai kesejahteraan dan penghidupan yang layak.
Caleg DPR RI asal PKS yang maju dengan nomor urut 1 itu juga ingin merangkul generasi muda untuk terjun di bidang pertanian. Tak lagi berkutat pada stigma ‘kuno’, Muh. Haris kukuh merombak pandangan anak muda terhadap pertanian. Alasannya, ia tak ingin bidang pertanian tergerus dan tertinggal begitu saja seiring zaman yang berkembang. Justru, ujar Muh. Haris, pihaknya ingin memajukan pertanian selaras dengan masifnya teknologi.




