Pendidikan

Bawakan Tari Ratoh Jaroe, SMAN 4 Semarang Raih Juara II di Festival Budaya Thailand

×

Bawakan Tari Ratoh Jaroe, SMAN 4 Semarang Raih Juara II di Festival Budaya Thailand

Sebarkan artikel ini
Tim Ratoh Jaroe SMAN 4 Semarang saat tampil di 31st Thailand International Folklore Festival 2024. (Dokumentasi Pribadi)
Tim Ratoh Jaroe SMAN 4 Semarang saat tampil di 31st Thailand International Folklore Festival 2024. (Dokumentasi Pribadi)

SEMARANG, beritajateng.tv – Tari Ratoh Jaroe sukses menghantarkan SMAN 4 Semarang meraih juara 2 pada 31st Thailand International Folklore Festival 2024.

Ketua Tim Ratoh Jaroe SMAN 4 Semarang, Khansa Daniswhara, menuturkan, persiapan untuk mengikuti lomba di Thailand telah berlangsung selama dua tahun terakhir. Semuanya berawal dari siswa kelas 12 saat ini yang mengikuti ekstrakulikuler Ratoh Jaroe sejak kelas 10 lalu.

“Persiapannya sejak gabung ekstrakulikuler Tari Ratoh Jaroe, kurang lebih hampir 2 tahunan, tapi kalau persiapan intens ke Thailand sejak 2 bulan terakhir,” katanya saat beritajateng.tv hubungi, Rabu, 20 November 2024.

Khansa menjelaskan, Thailand International Folklore Festival bisa dibilang merupakan puncak dari perjalanan tim Ratoh Jaroe di SMAN 4 Semarang. Setelah hampir dua tahun latihan dan mengikuti berbagai macam lomba domestik, festival ini semacam “penutup” perjalanan siswa di kelas 12 di tim Ratoh Jaroe.

Tak heran jika persiapannya pun berjalan maksimal. Mulai dari latihan fisik, latihan menari, kekompakan, kepemimpinan, dan lainnya.

“Ini semacam penutup siswa kelas 12, abis ini pensiun dan selanjutnya dilanjutin adik-adik kelas. Jadi tentunya merasa bersyukur bisa tampil maksimal,” sambungnya.

BACA JUGA: Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dan Lestarikan Budaya, Bawaslu Blora Gelar Pagelaran Barongan

Lebih jauh, Tarian Ratoh Jaroe bukanlah tarian yang mudah. Khansa mengungkapkan, ada beberapa kendala dalam menampilkan Tari Ratoh Jaroe.

Kendala terbesar menurut Carissa adalah membangun chemistry antar anggota. Apalagi, Tari Ratoh Jaroe memang terkenal akan gerakannya yang kompak.

“Kita diseleksi, otomatis kita nggak saling kenal di satu, mau nggak harus kompak. Susahnya itu nyatuin orang yang beda sifat dan emosinya biar bisa kompak dan selaras,” ucapnya.

Bangun chemistry kekompakan

Tak hanya itu, Khansa menyebut juka kepribadian tiap anggota juga berbeda-beda. Ada yang introvert ada pula yang ekstrovert. Oleh karena itu, mereka memiliki strategi dan cara-cara unik dalam membangun kekompakan.

“Kita kumpul doang nggak ada latihan, cuma ngomongin keluh kesahnya apa, kita berusaha terbuka satu sama lain. Itu yang bikin chemistrynya dapat dan bisa tampil kompak,” tutur dia.

Sementara itu, Ketua Delegasi Misi Budaya Ratoh Jaroe, Carissa Putri Fajriani, menambahkan, timnya berhasil mengungguli peserta dari berbagai negara. Kompetisi tersebut diikuti oleh negara-negara seperti India, Sri Lanka, Filipina, Bangladesh, Thailand, Kamboja, dan Amerika Serikat.

Carissa juga mengakui bahwa pihaknya sempat mengalami demam panggung sebelum penampilan. Hal ini wajar, mengingat ini adalah pengalaman pertama mereka tampil di tingkat internasional untuk mewakili Indonesia.

BACA JUGA: Lestarikan Budaya, Guru Sekolah Mataram Semarang Berlomba-lomba Belajar Karawitan Usai Mengajar

Namun, tim Ratoh Jaroe dari SMAN 4 Semarang memiliki ritual khusus sebelum naik panggung. Dengan persiapan ini, mereka berhasil meraih posisi juara kedua di ajang 31st Thailand International Folklore Festival 2024.

“Kami memiliki kebiasaan untuk berkumpul dan berdoa bersama sebelum tampil. Tujuannya adalah agar semuanya berjalan lancar selama acara. Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan baik,” tandas Carissa. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp