BLORA, beritajateng.tv – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blora menggelar pagelaran budaya kesenian lokal barongan pada Sabtu malam, 16 November 2024. Kegiatan tersebut dalam upaya mendekatkan pengawasan pemilihan 2024 kepada masyarakat.
Ratusan warga dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua memadati halaman kantor Bawaslu untuk mengikuti kegiatan ini.
Pagelaran barongan yang merupakan ikon budaya kota Blora digelar sebagai bagian dari sosialisasi pengawasan partisipatif untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) mendatang.
Ketua Bawaslu Blora, Andyka Fuad Ibrahim, menjelaskan bahwa memilih barongan sebagai sarana sosialisasi bertujuan untuk ‘menguri-uri’ budaya lokal sekaligus menyampaikan pesan penting kepada masyarakat.
“Pagelaran ini bukan hanya untuk melestarikan budaya, tetapi juga untuk mendekatkan pengawasan kepada masyarakat. Kami ingin masyarakat memahami pesan Bawaslu lewat barongan,” ungkap Andyka.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat yang terlihat antusias menyaksikan pertunjukan.
BACA JUGA: Sebut Segalanya Dikaitkan dengan Politik, Wakapolda Jateng: Lebih Baik Kita Pakai Masker Atau Lakban
“Pesan dalam kegiatan ini adalah tidak ada politik uang, politisasi SARA dan hoaks, serta netralitas birokrasi. Baik PNS maupun TNI-Polri,” jelas Andyka.
Rencananya, Bawaslu juga akan menggelar kegiatan serupa di halaman Kecamatan Ngawen untuk menjangkau lebih banyak warga dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengawasan dalam Pemilu.
Bawaslu Blora menunjukkan komitmennya untuk melibatkan masyarakat dalam proses pengawasan Pemilu. Selain itu, melestarikan budaya lokal yang menjadi bagian dari identitas daerah. (*).
Editor: Andi Naga Wulan.




