Jateng

Belasan Titik Longsor di Jalan Provinsi Sirampog-Bumiayu Brebes, 10 Kilometer Ruas Terdampak

×

Belasan Titik Longsor di Jalan Provinsi Sirampog-Bumiayu Brebes, 10 Kilometer Ruas Terdampak

Sebarkan artikel ini
longsor brebes
Kondisi longsor di ruas jalan provinsi Sirampog-Bumiayu, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. (Dok. Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah mencatat terdapat 11 titik longsor di ruas jalan provinsi Sirampog-Bumiayu, Kabupaten Brebes.

Dari jumlah tersebut, 10 titik telah tertangani, sementara satu titik longsor masih membutuhkan penanganan lanjutan lantaran dinilai berisiko terhadap keselamatan pengguna jalan.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, membenarkan ruas Sirampog-Bumiayu merupakan jalan provinsi yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia pun memastikan ruas Sirampog-Bumiayu sudah tertangani oleh pihaknya.

“Di ruas Sirampog-Bumiayu ada 11 titik longsor. Prinsipnya, sudah tertangani semua, kecuali satu titik yang saat ini masih dalam penanganan lanjutan,” ujar Henggar saat beritajateng.tv konfirmasi via WhatsApp, Rabu, 28 Januari 2026.

BACA JUGA: Kolaborasi dengan Pemda Karanganyar, Bank Jateng Bantu Bangun Rumah Korban Longsor

Henggar menuturkan, titik longsor yang belum tertangani berada di KM 105+700 hingga KM 105+800. Pada lokasi tersebut terjadi amblesan bahu jalan akibat material longsoran dari tebing bagian atas.

Akibat amblesan tersebut, satu lajur jalan mengalami retakan sehingga lalu lintas hanya bisa dilalui satu lajur dengan sistem buka tutup.

“Kondisinya cukup serius. Amblesannya sepanjang kurang lebih 74 meter, dengan kedalaman bervariasi antara 8 hingga lebih dari 15 meter. Untuk sementara, hanya separuh badan jalan yang kami izinkan untuk dilewati demi keselamatan,” ujar Henggar.

Kendati begitu, Henggar memastikan kondisi lalu lintas di ruas tersebut masih terkendali.

“Tidak terjadi kemacetan karena ruas Sirampog-Bumiayu ini merupakan jalur dengan volume lalu lintas yang relatif sepi,” kata dia.

Berdasarkan data Dinas PUPR Jawa Tengah yang beritajateng.tv terima, dari total panjang ruas jalan provinsi Sirampog-Bumiayu sepanjang 24,05 kilometer, area yang terdampak longsor mencapai sekitar 10 kilometer, yakni mulai KM 104+900 hingga KM 114+900.

Sementara itu, titik-titik longsor lainnya telah selesai ditangani dan kondisi lalu lintas di lokasi tersebut sudah kembali normal.

Persiapan Penanganan Titik Kritis Melalui Skema BTT Gubernur

Terkait penanganan satu titik longsor yang masih kritis, Henggar mengatakan pihaknya tengah menyiapkan sejumlah alternatif, termasuk pergeseran anggaran melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) Gubernur.

“Untuk penanganannya, kami masih ada beberapa alternatif. Salah satunya melalui pergeseran anggaran lewat BTT Gubernur yang saat ini masih kami komunikasikan,” ungkapnya.

BACA JUGA: Tanah Longsor Dominasi Bencana di Semarang Sepanjang 2025, BPBD Catat 160 Kejadian

Menurutnya, usulan pergeseran anggaran tersebut masih dalam tahap pembahasan dan koordinasi internal. Lebih lanjut, ia menegaskan secara umum kondisi ruas jalan Sirampog-Bumiayu sudah kembali berfungsi, dengan pengamanan lalu lintas diterapkan di titik yang masih berisiko.

“Pergeseran anggaran yang ada saat ini masih kami komunikasikan. Prinsipnya, semua sudah tertangani. Tinggal satu titik yang memang perlu penanganan lanjutan karena faktor keselamatan,” pungkas Henggar. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp