Dalam proses investigasi, PSGA dan Satgas PPKS mengaku berhati-hati agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi korban maupun pihak lain. Kampus juga menekankan pentingnya asas praduga tak bersalah dan kerahasiaan informasi selama investigasi berjalan.
“Kami tidak mau gegabah. Asas praduga tidak bersalah dan asas konfidensial sangat penting untuk menyelamatkan korban juga,” ujar Kurnia.
Ia mengatakan seluruh informasi yang masuk dari masyarakat tetap ԁitampung dan akan ԁiverifikasi oleh tim investigasi.
“Tidak hanya konten dari pesan UIN WS, tapi kami juga membuka kemungkinan informasi lain. Sudah mulai ada informasi yang masuk dan semuanya akan kami investigasi,” katanya.
Satgas PPKS Masih Telusuri Bukti dan Korban
Kurnia menjelaskan hingga kini tim investigasi masih fokus menjangkau korban dan mengumpulkan bukti-bukti pendukung sebelum melangkah ke tahap pemeriksaan terduga pelaku.
“Bagaimana mungkin kami langsung masuk ke terduga sementara investigasi masih berjalan dan korban juga belum ԁitemukan. Jadi tunggulah kami bekerja,” ujarnya.
Ia menambahkan, PSGA dan Satgas PPKS saat ini bekerja secara intensif untuk menelusuri berbagai informasi yang beredar di media sosial maupun laporan dari mahasiswa.
BACA JUGA: Soroti Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Santriwati Pati, Psikolog Minta Pengawasan Ponpes Diperketat
“Kami bekerja 24 jam dan terbuka terhadap informasi baru,” tegasnya.
Selain itu, PSGA juga akan menelusuri kemungkinan adanya laporan serupa pada tahun-tahun sebelumnya. Hal itu ԁilakukan karena kepengurusan PSGA dan Satgas PPKS yang baru aktif beberapa bulan terakhir.
“Kami akan membuka arsip-arsip dan dokumen-dokumen sebelumnya untuk mendalami kemungkinan laporan lama,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





