SEMARANG, beritajateng.tv – Zakat Fitrah adalah salah satu ibadah yang hukumnya wajib sebelum berakhirnya bulan suci Ramadan.
Tentu terdapat beberapa golongan yang berhak menerima zakat tersebut, salah satunya adalah fakir miskin.
Hal itu bertujuan supaya menjelang hari Raya Idul Fitri, semua orang dapat merasakan kemenangannya.
Berikut ini beberapa keutamaan dari Zakat Fitrah yang berlangsung di bulan suci Ramadan.
BACA JUGA: Bagaimana Hukum Zakat Fitrah Bagi Bayi Baru Lahir? Simak Berikut Informasinya
Keutamaan Zakat Fitrah
Mensucikan Harta
خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
“Ambillah zakat dari harta mereka (guna) menyucikan dan membersihkan mereka, dan doakanlah mereka karena sesungguhnya doamu adalah ketenteraman bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS At-Taubah:103).
Meningkatkan Keberkahan
Menunaikan zakat tidak akan membuat harta seseorang berkurang. Sebaliknya, melalui zakat Allah akan menggantinya dengan keberkahan yang lebih besar.
Keberkahan tidak selalu berupa tambahan materi, tetapi juga dapat hadir dalam bentuk kebahagiaan, ketenangan hati, dan kehidupan yang lebih tenteram sebagai karunia dari Allah SWT.
Bertambahnya Iman
Menunaikan zakat merupakan perintah yang berkali-kali muncul dalam Al-Qur’an. Hal ini menunjukkan bahwa kewajiban tersebut memiliki kedudukan yang sangat penting dalam ajaran Islam.
Melaksanakan zakat fitrah menjadi salah satu bentuk nyata dari keimanan serta ketakwaan seorang Muslim kepada Allah SWT.
BACA JUGA: Kapan Waktu Terbaik Bayar Zakat Fitrah? Ini Panduan Lengkapnya
Meningkatkan Rasa Empati
Tujuan utama dari zakat adalah sebagai sarana untuk menyalurkan harta agar dapat tersebar secara lebih merata. Dengan demikian, manfaatnya sangat luas.
Terhindar dari Siksa Neraka
Zakat merupakan salah satu rukun yang wajib hukumnya bagi umat Islam yang memiliki kemampuan. Bagi mereka yang menolak atau enggan membayarnya, terdapat ancaman hukuman di akhirat.
Hal ini merujuk pada sabda Muhammad dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj.





