Jateng

Berkaca dari Kekeringan 2019 Silam, BPBD Minta Pemkab Rembang Siaga Hadapi Musim Kemarau

×

Berkaca dari Kekeringan 2019 Silam, BPBD Minta Pemkab Rembang Siaga Hadapi Musim Kemarau

Sebarkan artikel ini
kekeringan air
Kepala Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jateng Dikki Ruli Perkasa saat ditemui langsung di kantornya, Jumat, 5 Mei 2023. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah (Jateng) menyebut Kabupaten Rembang akan mendapat perhatian khusus terkait kekeringan air yang terjadi saat musim kemarau.

Kepala Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jateng Dikki Ruli Perkasa meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang untuk bersiaga dan melakukan langkah antisipasi.

Pasalnya, Provinsi Jateng pernah mengalami kekeringan air berkepanjangan selama 6 (enam) bulan lamanya. Kabupaten yang terkenal karena menjadi tempat makam R.A Kartini itu pun terdampak cukup parah.

Ia menyebut, Kabupaten Rembang hingga saat ini masih mengalami keterbatasan, khususnya dalam menangani masalah kekeirngan.

“Ada satu kabupaten yang menjadi perhatian khusus di Jateng, di Rembang. Kalau kita melihat teman-teman di sana masih ada kondisi keterbatasan APBD reguler, sumber daya CSR terbatas, dan sumber mata air juga terbatas,” terang Dikki saat beritajateng.tv menghubunginya melalui sambungan telepon, Jumat, 30 Juni 2023.

BACA JUGA: BPBD Jateng Sebut 12 Daerah di Jateng Mulai Alami Kekeringan

Berkaca pada kekeringan air empat tahun silam

Belajar dari pengalaman kekeringan air parah di tahun 2019, BPBD Jateng membentuk skema untuk diterapkan di tahun ini. Adapun keterbatasan yang ada di Kabupaten Rembang, baik dari segi APBD Reguler hingga sumber mata air, maka daerah sekitarnya akan membantu dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk masyarakat.

“Skenario penanganan tahun ini adalah sama saat kita menghadapi kemarau panjang 2019 lalu. Di Rembang kemarin, apabila ada kebutuhan air, sumbernya dari daerah sekitar. Inilah yang kita potret dan kita harapkan terkendali,” ucapnya.

Pihaknya optimis, skema gotong royong dan saling bantu antardaerah tersebut akan membuat Provinsi Jateng mampu mengendalikan ancaman kekeringan air yang datang saat musim kemarau seperti saat ini.

“Tahun ini dasarian untuk musim hujan cukup panjang. Nanti kita mulai puncaknya itu bulan Juli dan Agustus besok. Semakin baik kondisinya Insyaallah awal November mulai memasuki musim penghujan,” ucapnya.