SEMARANG, beritajateng.tv – Mulai Jumat, 20 Desember 2024, pembatasan perjalanan kendaraan angkutan barang resmi diterapkan selama periode Nataru di Jawa Tengah.
Kebijakan ini berlangsung hingga 1 Januari 2025, mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri. Pembatasan menyasar truk dengan sumbu tiga atau lebih.
Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol. Sonny Irawan, menyampaikan, pembatasan selama Nataru ini berlaku untuk kendaraan tertentu.
“Truk dengan sumbu tiga, kereta tempelan, kereta gandengan, serta pengangkut hasil tambang seperti tanah, pasir, batu, dan bahan bangunan akan ada pembatasan,” jelasnya, Rabu, 18 Desember 2024.
Beberapa jalur strategis menjadi lokasi pemberlakuan aturan ini, seperti jalur non-tol pantura dari Brebes hingga Demak, jalur tengah, dan jalur lintas selatan.
BACA JUGA: Tol Jogja-Solo Segmen Klaten-Prambanan Buka Fungsional saat Nataru: Gratis Tapi Tetap Tap E-Toll
Sementara itu, di jalur tol, pembatasan berlaku mulai ruas tol Brebes-Sragen, Semarang-Demak, tol dalam Kota Semarang, hingga tol Yogyakarta-Solo.
Kebijakan ini mulai berlaku pada 20 Desember 2024 pukul 00.00 WIB dan berakhir 1 Januari 2025 pukul 24.00 WIB.
Pengecualian hanya untuk kendaraan pengangkut kebutuhan pokok dan beberapa kategori lainnya.
“Beras, gula, minyak goreng, daging, bahan bakar minyak, serta gas tetap dapat melintas. Selain itu, kendaraan untuk penanganan bencana, pupuk, pakan ternak, dan pengiriman uang juga pengecualian,” tambah Sonny.
BACA JUGA: Soal Libur Nataru, Nana Sudjana: 9 Juta Wisatawan Bakal Masuk Jateng, yang Keluar 7-8 Juta Orang
Selain pembatasan, ada pula rekayasa lalu lintas untuk menghadapi lonjakan kendaraan di jalur utama maupun jalur wisata. Beberapa strategi seperti one-way, ganjil-genap, dan contra flow akan berlaku sesuai kebutuhan.
“Jika kendaraan membludak, rekayasa situasional akan berlaku berdasarkan evaluasi di lapangan,” tegas Sonny.
Ia mengimbau pelaku logistik dan masyarakat untuk mematuhi aturan ini.
“Rencanakan perjalanan dengan cermat agar tidak terhambat antrean panjang. Melalui kerjasama semua pihak, kita bisa menciptakan liburan akhir tahun yang aman dan lancar,” tandasnya. (*)





